17 Februari 2020

Mimpi, Kota Padang Bebas HIV/AIDS Tahun 2030

Ilustrasi (Sumber: npr.org)


Oleh: Syaiful W. HARAHAP'

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) targetkan Kota Padang bebas HIV/AIDS pada tahun 2030 mendatang. Untuk merealisasikan target tersebut, Pemko Padang terus berupaya mengendalikan penularan HIV/AIDS. Ini lead pada berita "Kota Padang Tergetkan Bebas HIV/AIDS pada 2030" (padangkita.com, 23/1-2020).
Tahun 2018 jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Padang 552 yang terdiri atas 447 HIV dan 105 AIDS. Sedangkan tahun 2019 dilaporkan 300 yang terdiri atas 252 HIV dan 48 AIDS (gatra.com, 13/1-2020).
Adalah hal yang mustahil menghentikan penularan HIV/AIDS di masyarakat karena ada tiga pintu masuk HIV/AIDS ke masyarakat, yaitu:
(1). Insiden infeksi HIV baru bisa terjadi pada laki-laki dewasa melalui hubungan seksual tanpa kondom, di dalam atau di luar nikah, dengan perempuan yang berganti-ganti di wilayah Kota Padang atau di luar Kota Padang, bahkan di luar negeri. Tentu saja Pemkot Padang tidak bisa mengawasi perilaku seksual semua laki-laki dewasa warga Kota Padang.
(2). Insiden infeksi HIV baru bisa terjadi pada perempuan dewasa melalui hubungan seksual dengan kondisi laki-laki tidak pakai kondom, di dalam atau di luar nikah, dengan laki-laki yang berganti-ganti di wilayah Kota Padang atau di luar Kota Padang, bahkan di luar negeri. Tentu saja Pemkot Padang tidak bisa mengawasi perilaku seksual semua perempuan dewasa warga Kota Padang.
(3). Insiden infeksi HIV baru bisa terjadi pada laki-laki dewasa melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan perempuan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK), di wilayah Kota Padang atau di luar Kota Padang, bahkan di luar negeri. Tentu saja Pemkot Padang tidak bisa mengawasi perilaku seksual semua laki-laki dewasa warga Kota Padang.
Yang perlu diingat adalah PSK ada dua tipe, yaitu:
(a). PSK langsung adalah PSK yang kasat mata yaitu PSK yang ada di lokasi atau lokalisasi pelacuran atau di jalanan.
(b), PSK tidak langsung adalah PSK yang tidak kasat mata yaitu PSK yang menyaru sebagai cewek pemijat, cewek kafe, cewek pub, cewek disko, anak sekolah, ayam kampus, cewek gratifikasi seks (sebagai imbalan untuk rekan bisnis atau pemegang kekuasaan), PSK high class, cewek online, PSK online, dll.
Tiga pintu masuk ini sangat potensial sebagai sumber penyebaran HIV/AIDS. Pemkot Padang . boleh-boleh saja membusungkan dada mengatakan bahwa di Kota Padang tidak ada pelacuran. Secara de jure itu benar karena sejak reformasi semua lokalisasi pelacuran ditutup. Tapi, secara de facto transaksi seks yang mengarah kepada praktek pelacuran tetap terjadi dalam berbagai bentuk dengan beragam modus, bahkan dengan memakai media sosial.
Dok Pribadi
Dok Pribadi
Dalam berita disebutkan: .... melakukan testing orang yang berisiko ....
Pertama, siapa yang dimaksud dengan 'orang yang berisiko'? Kalau yang dimaksud adalah PSK, maka yang jadi persoalan adalah laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan PSK tanpa kondom yang berisiko tertular HIV/AIDS. Nah, apakah ada program mendeteksi laki-laki pelanggan PSK langsung dan PSK tidak langsung?
Kedua, tes HIV adalah langkah di hilir. Artinya yang dites adalah warga yang sudah tertular HIV, al. melalui perilaku seksual berisiko seperti pada poin 1, 2 dan 3 di atas.
Ketiga, di hulu terus terjadi insiden infeksi HIV baru, terutama melalui perilaku seksual poin 3 di atas. Jika tidak ada program berupa intervensi terhadap kegiatan poin 3 itu artinya insiden infeksi HIV baru akan terus terjadi.
Keempat, laki-laki yang tertular HIV dari PSK langsung atau PSK tidak langsung jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.
Di bagian lain disebutkan: "Alhamdulillah sekarang kasus HIV/AIDS sudah dalam tren menurun. ...." Ini perlu diluruskan karena yang turun atau berkurang adalah jumlah kasus yang terdeteksi bukan jumlah warga Kota Padang yang tertular HIV.
Selama tidak ada intervensi terhadap perilaku seksual poin 3, maka selama itu pula insiden infeksi HIV baru pada laki-laki dewasa akan terus terjadi. Laki-laki yang tertular HIV/AIDS jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat yang kelak akan bermuara pada 'ledakan AIDS' di Kota Padang. * [Sumber: https://www.kompasiana.com/infokespro/5e2efa1dd541df766710c862/mimpi-kota-padang-bebas-hiv-aids-tahun-2030?page=all#section1]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.