21 November 2019

Cewek Ini Takut Kena AIDS karena Sering Ganti-ganti Cowok

Ilustrasi (Sumber: yahoo.com)

Oleh: Syaiful W. HARAHAP

Tanya Jawab AIDS No 1/November 2019
Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, WA dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke: Syaiful W. Harahap, melalui: (1) e-mail: aidsindonesia@gmail.com, (2) WhatsApp: 0811974977. Redaksi.
Tanya: Kalo kita berhubungan di luar nikah tapi gonta ganti pasangan dan gonta ganti pasangan ya itu udh 5x dan berhubungan badan ya itu udh 4x. (1) Kira" bisa terkena hiv tidak ya? Soalnya tidak memakai pengaman. Dulu pernah pakai pengaman tapi cuma sekali aja sisa ya engga. (2) Kalau dari laki" yang tidak terkena aids gimana? (3) Pacar saya yang terakhir ini dia baru berhubungan badan baru 2x sedangkan saya udh 4x sama pacar saya yang ini. (4) Memang ciri ya gimana? (5) Kalau saya ingin berhubungan yang ke 5x ya kira" saya bakal terkena aids tidak ya? (6) Kalau dari perempuan ya emang tidak mengidap? (7) Gonta ganti pasangan ada maksimal ya tidak sih untuk berhubungan intim? (8) Kalau mau berhubungan intim untuk ke 6x ya dari perempuan kira" terkena tidak ya? (9) Kalau dari laki" tidak pernah berhubungan badan itu bagaimana? (10) I dont now, memang kalau laki" ya tersebut masih perjaka apa bisa (tertular HIV-pengasuh)? (11) Hmm seperti itu, misalkan saya mau berhubungan badan untuk yg ke 6x ya dan sih laki" tersebut tdk pernah berhubungan badan, suntik narkoba dll itu bisa terkena aids tidak?
Via WA, 19/11-2019
Jawab: Yang perlu diperhatikan adalah:
(a). Risiko tertular HIV/AIDS melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam atau di luar nikah adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seksual tanpa kondom di dalam atau di luar nikah dengan pengidap HIV/AIDS ada 1 kali kemungkinan tertular. Persoalannya adalah tidak bisa diketahui kapan terjadi penularan. Bisa pada hubungan seksual yang pertama, kedua, ketujuh, kedua puluh, kesembilan puluh bahkan pada yang keseratus.
Maka, setiap hubungan seksual tanpa kondom di dalam atau di luar nikah dengan yang tidak diketahui status HIV-nya selalu ada risiko terrtular HIV/AIDS.
(b). Tidak ada kaitan penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual dengan status pernikahan. Penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual bisa terjadi bukan karena sifat hubungan seksual (di dalam atau di luar nikah, zina, melacur, dll.), tapi karena kondisi hubungan seksual (salah satu atau dua-duanya mengidap HIV/AIDS dan laki-laki tidak memakai kondom).
(1). Seperti sudah dijelaskan perilaku Sdri jelas merupakan perilaku seksual yang berisiko tertular HIV/AIDS karena melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan laki-laki yang berganti-ganti. Risiko penularan bisa terjadi jika salah satu atau keempat laki-laki yang seks denganmu mengidap HIV/AIDS. Masalahnya adalah tidak ada ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala yang terkait langsung dengan HIV/AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan. Hanya melalui tes HIV status HIV seseorang bisa diketahui. Kalau belum pernah tes HIV tidak disebut HIV-negatif, tapi status HIV tidak diketahui.
(2). Bagaimana Sdri memastikan keempat laki-laki yang pernah seks tanpa kondom denganmu tidak mengidap HIV/AIDS? Jika keempat laki-laki itu tidak pernah tes HIV, maka status HIV mereka adalah tidak diketahui bukan negatif atau tidak mengidap HIV/AIDS.
(3). Bagaimana Sdri membuktikan bahwa pacarmu yang terakhir baru dua kali seks? Itu kan hanya pengakuan. Lagi pula dua kali seks pun jika dilakukan tanpa kondom dengan pasangan yang berganti-ganti di dalam atau di luar nikah ada risiko tertular HIV/AIDS.
(4). Yang jadi persoalan besar dalam HIV/AIDS adalah tidak ada ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala yang khas HIV/AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan.
(5). Tergantung dari status HIV laki-laki yang akan Sdri ajak seks. Kalau perilaku seksualnya berisiko tetular HIV yaitu sering seks tanpa kondom dengan perempuan yang berganti-ganti itu artinya dia berisiko tertular HIV/AIDS. Kalau laki-laki itu tertular HIV/AIDS, maka jika kalian seks tanpa kondom ada risiko penularan HIV/AIDS dari laki-laki tsb. kepada Sdri.
(6). Dari perempuan yang mengidap HIV/AIDS tentu saja bisa menularkan ke laki-laki al. melalui hubungn seksual tanpa kondom di dalam atau di luar nikah.
(7). Seperti dijelaskan di atas setiap hubungan seksual yang berisiko selalu ada risiko penularan HIV. Tidak rumus sekian kali bisa tertular. Sekali pun ada risiko penularan kalau salah satu dari pasangan tsb. mengidap HIV/AIDS dan hubungan seksual dilakukan laki-laki tidak memakai kondom.
(8). Lagi-lagi tergantung dari status HIV laki-laki yang akan Sdri ajak seks. Yang perlu diingat kalau belum pernah tes HIV status HIV adalah tidak diketahui bukan negatif.
(9) dan (10). Seorang laki-laki atau perempuan yang belum pernah seks atau perjaka dan perawan juga tidak otomatis HIV-negatif karena risiko tertular HIV/AIDS juga bisa melalui transfusi darah yang tidak diskrining, pemakaian jarum suntik secara bersama-sama dengan bergantian, terutama pada kelompok penyalahguna narkoba (narkotika dan bahan-bahan berbahaya) dengan jarum suntik. Atau tertular dari ibu yang mengidap HIV/AIDS, terutama pada saat persalinan dan menyusui dengan air susu ibu (ASI).
(11). Sekali lagi biar pun perjaka, tidak pernah transfusi, tidak pernah pakai jarum suntik bergantian dan lahir dari ibu yang tidak mengidap HIV/AIDS status HIV-nya adalah tidak diketahui bukan negatif. Maka, karena status HIV laki-laki yang akan Sdri ajak seks tidak diketahui itu artinya hubungan seksual tsb. merupakan hubungan seksual yang berisiko terjadi penularan HIV/AIDS. * [Sumber: https://www.kompasiana.com/infokespro/5dd71e11097f3663507427d3/cewek-ini-takut-kena-aids-karena-sering-ganti-ganti-cowok] *