31 Oktober 2017

Pijat Refleksi untuk Odha

Oleh: Syaiful W. Harahap
[Sumber: Newsletter "WartaAIDS" Nomor 34, 21 Desember 1998]

Di saat harga obat-obatan, khususnya untuk Odha (Orang dengan HIV/AIDS), kian mahal dan terbatas ada baiknya kalau Odha juga menjalani terapi alternatif agar kondisi kesehatannya tetap terjaga. Penyakit apa pun yang diderita
seseorang jelas akan mempengaruhi metabolisme tubuhnya.

Salah satu masalah yang sering dialami oleh orang sakit adalah peredaran darah yang tidak sempurna. Hal ini terjadi, menurut Djoemali BA, seorang pemijat refleksi di Bekasi, Jabar, karena ada pengapuran
pada pembuluh darah. Untuk membuat peredaran darah kembali normal ujung pembuluh-pembuluh darah, antara lain terdapat di telapak kaki, dirangsang dengan pijatan. Titik-titik yang menjadi ujung pembuluh darah dipijat dengan jari tangan atau dengan alat khusus (bentuknya seperti cerutu, terbuat dari kayu).

Jika peredaran darah terganggu, artinya ada pengapuran pada pembuluh darah, kondisi tubuh pun akan terganggu. Hal ini ditandai dengan rasa sakit pada titik-titik tertentu ketika dipijat. Ini juga, menurut
Djoemali, menandakan ada organ tubuh yang tidak sehat. Maka, kalau pengapuran dibiarkan akan memicu pengapuran yang lebih banyak di pembuluh darah. Salah satu gejala yang sering terjadi karena pengapuran adalah stroke.

Kalau aliran (sirkulasi) darah terganggu maka bagian tubuh yang dialiri darah itu akan terganggu pula karena kandungan hormon dan oksigen dalam darah tidak normal. Selain itu darah pun tidak lagi efektif dalam
membawa kotoran dari organ tubuh yang akan dibuang melalui metabolisme tubuh.

Jadi, dengan memijat bagian-bagian kaki yang merupakan ujung dari pembuluh darah, menurut Djoemali, akan membuat aliran darah lancar sehingga tidak mengganggu metabolisme tubuh. Pemijatan pada ujung
pembuluh darah itu merupakan suatu usaha untuk menghancurkan pengapuran sehingga darah kembali mengalir ke ujung pembuluh darah itu.

Sejalan dengan kondisi di atas Odha pun perlu memikirkan terapi alternatif ini agar aliran darahnya tetap normal. Paling tidak dengan merangsang ujung pembuluh darah dengan pijatan akan membuat aliran
darah tetap normal. Pengalaman Djoemali, yang sudah menekuni pijat refleksi belasan tahun ini, jika pemijatan dilakukan secara teratur
akan memperbaiki aliran darah. Kalau aliran darah normal kondisi tubuh akan tetap terjaga.

Dengan menyentuh ujung pembuluh darah, Djoemali dapat mengetahui kondisi organ tubuh seseorang. Dan biasanya pada pijatan pertama dan kedua tidak akan terasa sakit, tapi setelah tiga atau empat kali
dipijat barulah bagian yang dipijit itu, yang berkaitan dengan organ
tubuh, terasa sakit. Tingkat rasa sakit yang dialami seseorang menandakan kondisi organ tertentu di tubuhnya.

Jika ada rasa sakit ketika dipijat menandakan sudah ada reaksi ke organ tubuh. Seiring dengan penyembuhan organ tubuh tersebut rasa sakit ketika dipijit pun akan berkurang pula. Jika organ tubuh tidak sakit
maka biar pun ujung pembuluh darahnya dipijat tidak akan terasa sakit.

Beberapa orang yang pernah dipijat Djoemali merasakan manfaat yang besar terhadap kondisi kesehatannya. "Saya jarang sakit kepala setelah dipijat," kata Ny. Mariah, seorang perawat di sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat. Hal yang sama juga diakui yang lain. Ada yang selalu muntah kalau naik bus kota dari rumah ke tempat kerjanya, tapi setelah dipijat beberapa kali kebiasaan itu pun hilang.

Memang, agak sulit menjabarkan kaitan antara pijatan refleksi dengan sirkulasi darah secara ilmiah, tapi dari pengalaman orang yang pernah dan terus dipijat dapat dilihat manfaatnya. Bahkan, seorang Odha
merasakan manfaat selama ia menjalani terapi alternatif dengan pijat
refleksi. Pemijatnya tidak mengetahui penyakit yang diderita Odha tadi, tapi pemijat itu mengatakan bahwa penyakitnya parah.


Tapi, biar pun sudah tidak sakit kalau dipijat, "Sebaiknya terus dipijat agar tidak terjadi lagi pengapuran," kata Djoemali mengingatkan. Salah satu cara untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak
terjadi pengapuran, menurut Djoemali, adalah dengan menjaga pola makan
sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.