09 Oktober 2017

Pemuda Ini Khawatir Kena AIDS Setelah Hubungan Intim dengan Calon TKW

Ilustrasi (Sumber: newsroom.unsw.edu.au)


Tanya Jawab AIDS No 1./Oktober 2017

Oleh: Syaiful W HARAHAPAIDS Watch Indonesia

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Tanya-Jawab AIDS ini dimuat di: “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) dan kompasiana.com/infokespro. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke Syaiful W. Harahap, melalui: (1) Telepon (021) 8566755, (2) e-mail: aidsindonesia@gmail.com, (3) SMS 08129092017, dan (4) WhatsApp:  0811974977. Redaksi.

*****

Tanya: Maaf, saya terpaksa kirim SMS malam-malam karena saya sedang gusar. Saya laki-laki umur 23 tahun. Tiga hari yl. saya melakukan hubungan intim untuk pertama kali dengan seorang janda. Dia calon TKW yang akan segera berangkat ke luar negeri. Otomatis dia sudah melakukan tes kesehatan, termasuk tes HIV. Menurut perempuan itu hasil tes HIV-nya negatif. Pertanyaan saya: apakah dengan kondisi seperti ini bagi saya yang pertama dan menurut perempuan itu juga yang pertama setelah bercerai, ada risiko tertular HIV?

Via SMS (7/10-2017)

Jawab: Pertama, tes HIV bisa menghasilkan nonreaktif palsu dan reaktif palsu. Jika tes HIV dilakukan pada masa jendela, di bawah tiga bulan setelah hubungan seksual berisiko (di dalam dan di luar nikah dengan kondisi laki-laki tidak pakai kondom dilakukan dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan yang sering ganti-ganti pasangan), hasilnya bisa negatif palsu atau positif palsu.

Negatif palsu hasil tes nonreaktif karena belum ada antibodi HIV di dalam darah sehingga reagent yang dipakai untuk tes HIV tidak bisa mendeteksi antibodi. Padahal, ada HIV di dalam darah. Positif palsu hasil tes reaktif karena reagent mendeteksi antibodi virus lain. Padahal, tidak ada HIV di dalam darah.

Nah, yang jadi pertanyaan adalah: apakah ketika tes kesehatan untuk memenuhi persyaratan TKW perempuan itu tidak pada masa jendela?

Kalau tidak pada masa jendela, maka hasil tes HIV ketika tes kesehatan untuk calon TKW valid. Tapi, kalau pada masa jendela, itu artinya bisa negatif palsu. Biar pun belum ada antibodi dan gejala-gejala AIDS penularan sudah bisa terjadi, al. melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.

Kedua, perempuan ini bisa berisiko tinggi tertular HIV kalau perilaku seksual suaminya berisiko. Misalnya, sering ganti-ganti pasangan di dalam dan di luar nikah. Maka, sangat penting informasi ketika tes HIV. Apakah itu masa jendela setelah bercerai atau setelah bercerai perempuan itu pernah pula melakukan hubungan seksual dengan laki-laki lain. Jika ini yang terjadi lagi-lagi perempuan itu ada pada risiko tinggi tertular HIV.

Ketiga, probabilitas tertular HIV melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan pasangan yang mengidap HIV/AIDS adalah 1:100. Artinya,d alam 100 kali hubungan seksual ada 1 kali risiko terjadi penularan HIV.

Persoalannya adalah tidak bisa diketahui pada hubungan seksual yang keberapa terjadi penularan. Bisa yang  pertama. Kedua, kelima, ketujuh puluh, kesembilan puluh, bahkan bisa pad hubungan seksual yang ke-100. * [kompasiana.com/infokespro] *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.