11 Juli 2017

Lagi-lagi Mitos AIDS

Tanggapan terhadap berita AIDS di “Radar Yahukimo” Papua

Oleh: Syaiful W. Harahap
LSM “InfoKespro” Jakarta

Jauhi AIDS, Dekati Tuhan, Bupati Pahabol Himbau Hidup Secara Tertib” di Harian “Radar YAHUKIMO” edisi 27 Juni 2006 lagi-lagi menyuburkan mitos (anggapan yang salah) tentang HIV/AIDS.

” …. tindakan-tindakan yang berisiko terhadap penyakit HIV/AIDS adalah berhubungan badan dengan orang lain yang bukan suami atau istrinya, ….” Ini mitos karena tidak ada kaitan langsung antara penularan HIV dengan berhubungan badan dengan orang lain yang bukan suami atau istrinya.

Di bagian lain disebutkan pula ” …. dengan seks bebas jelas sangat berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS ….”

HIV melalui hubungan seks bisa terjadi di dalam ikatan pernikahan yang sah kalau salah satu atau dua-dua dari pasangan itu HIV-positif dan suami tidak memakai kondom setiap kali melakukan hubungan seks.

“Seks bebas’ sendiri adalah istilah yang ngawur. Apa yang dimaksud dengan `seks bebas’? Kalau `seks bebas’ diartikan sebagai zina, maka tidak ada kaitan langsung antara `seks bebas’ dengan penularan HIV. Kalau satu pasangan HIV-negatif maka tidak akan pernah terjadi penularan HIV biar pun mereka melakukan `seks bebas’.

Berita ini hanya mengedepankan moral dan agama dalam kaitan pencegahan HIV/AIDS. Padahal, HIV/AIDS adalah fakta medis yang penularannya dapat dicegah dengan teknologi kedokteran.

Penularan HIV dikaitkan dengan iman maka hal ini akan menyuburkan stigma (cap buruk) kepada orang-orang yang tertular HIV. Apa kaitan iman dengan orang yang tertular HIV melalui transfusi darah? Apa pula kaitan iman dengan seorang istri yang tertular HIV dari suaminya? Apa kaitan iman dengan seorang bayi yang terular HIV dari ibunya?

Kita prihatin melihat kasus HIV/AIDS di Papua. Kalau materi KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) tentang HIV/AIDS tetap mengabaikan fakta medis dan mengedepankan moral dan agama maka masyarakat hanya akan menangkap mitos. Misalnya, mengaitkan penularan HIV dengan zina, pelacuran dan `seks bebas’. Inilah yang menyurkan penyebaran HIV karena banyak orang yang tidak menyadari dirinya sudah tertular HIV. Selama materi KIE tidak akurat maka penularan HIV akan terus terjadi karena masyarakat tidak mengetahui cara-cara pencegahan yang akurat. *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.