21 Juli 2016

Cowok Ini Takut Kena AIDS Setelah Ngeseks Tak Pakai Kondom dengan PSK

Tanya Jawab AIDS No 1/Juli 2016

Oleh: SYAIFUL W. HARAHAP – AIDS Watch Indonesia

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Tanya-Jawab AIDS ini dimuat di: “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com). Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke Syaiful W. Harahap, melalui: (1) Telepon (021) 8566755, (2) e-mail: aidsindonesia@gmail.com, (3) SMS 08129092017, dan (4) WhatsApp:  0811974977. Redaksi.

*****

Tanya: Saya baru pertama kali seks bebas dengan PSK (pekerja seks komersial) dan saya tidak memakai kondom. Saya sangat takut terkena penyakit AIDS. (1) Bagaimana caranya saya mengetahui apakah sudah terkena penyakit AIDS atau tidak? (2) Berapa persen saya kemungkinan terkena penyakit AIDS? (3) Di mana saya bisa melakukan pengecekan?

“As”, via SMS (22/7-2016)

Jawab: (1) dan (2) Risiko Saudara tertular HIV (bukan penyakit AIDS) sangat tergantung kepada status PSK yang melakukan hubungan seksual dengan Saudara, yaitu: Apakah PSK itu mengidap HIV/AIDS?  Kalau PSK itu tidak mengidap HIV/AIDS tentu Saudara tidak akan tertular HIV. Persoalannya adalah PSK itu adalah orang yang perilaku seksualnya berisiko tinggi tertular HIV karena dia sering melakukan hubungan seksual dengan laki-laki yang berganti-ganti dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom. Pemakaian kondom pada laki-laki yang ngeseks dengan PSK tidak ada kontrol karena praktek pelacuran tidak dilokalisir sehingga kemungkinan besar laki-laki banyak yang tidak mau pakai kondom setiap kali ngeseks dengan PSK. Selain itu tidak pula bisa dikenali orang-orang yang mengidap HIV/AIDS dari fisik mereka.

Risiko tertular HIVmelalui hubungan seksual, di dalam dan di luar nikah, dengan pengidap HIV dalam kondisi laki-laki tidak pakai kondom adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seksual ada 1 kali risiko tertular HIV. Masalahnuya adalah tidak bisa diketahui pada hubungan seksual yang keberapa terjadi penularan. Maka, itu artinya setiap hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan pengidap HIV/AIDS ada risiko tertular. Bisa pada hubungan seksual yang pertama, kedua, kelima, kedua puluh, kelima puluh tujuh, kesembilan puluh, atau yang ke-100.

(3) Pengedekan yang Saudara maksud adalah tes HIV. Agar tes HIV sesuai dengan standar prosedur operasi yang baku dan sesuai anjuran WHO, silakan ke Klinik VCT di rumah-rumah sakit umum daerah atau pemerintah serta di Puskesmas di daerah Saudara.

Kalau ada kesulitan, silakan kontak kami. ***

Ilustrasi (Sumber: www.humanillneses.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.