08 Agustus 2014

Pemuda Ini Takut Mati Kalau Terdeteksi Mengidap HIV/AIDS

Tanya Jawab AIDS No 3/Agustus 2014

Oleh Syaiful W. Harahap - AIDS Watch Indonesia

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: (1) Apakah saya akan segera mati kalau saya terdeteksi mengidap HIV/AIDS? Saya belum tahu apakah saya sudah tertular HIV atau belum. Saya sudah lima kali ngeseks dengan pekerja seks komersial (PSK) tanpa memakai kondom, terakhir Mei 2013. Mei 2014 penis saya gatal-gatal dan ada bintik-bintik merah. Gatal-gatal sembuh setelah disuntik dan diberikan obat oleh mantri tentara. Di lidah saya ada seperti rambut warna putih dan bintik-bintik merah. (2) Apa itu pertanda positif HIV?  (3) Apakah rambut dan bintik-bintik merah di lidah merupakan jamur?

Via SMS (19/6-2014) Tn “ES” di Kota “S” di Sumut

Jawab: (1) Kegiatan yang Anda lakukan, yaitu melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan PSK, merupakan perilaku berisiko tinggi tertular HIV/AIDS karena PSK adalah orang yang juga berisiko tertular dan menularkan HIV. Itu terjadi karena PSK melakukan hubungan seksual dengan laki-laki yang berganti-ganti tanpa memakai kondom.

Risiko tertular HIV melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di lunar nikah adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seksual ada 1 kali risiko tertular HIV. Persoalannya adalah tidak bisa diketahui pada hubungan seksual ke berapa terjadi penularan HIV. Itu artinya setiap hubungan seksual dengan pengidap HIV/AIDS, jika PSK itu mengidap HIV/AIDS selalu ada risiko tertular HIV.

Sampai hari ini belum ada laporan kematian pengidap HIV/AIDS karena HIV atau AIDS. Pengidap HIV/AIDS yang meninggal terjadi karena penyakit lain, disebut infeksi oportunistik, seperti diare, TB, dll. bukan karena HIV/AIDS.

Nah, kalau Anda sudah tes HIV dan hasilnya positif, maka banyak hal yang harus Anda perhatikan. Hal ini akan diberitahu oleh konselor sebelum dan sesudah tes HIV.

(2) dan (3) Tidak ada tanda, gejala atau ciri-ciri khas AIDS pada fisik orang-orang yang tertular atau mengidap HIV/AIDS. Gejala yang bisa dikaitkan dengan HIV/AIDS baru muncul setelah masa AIDS yaitu secara statistik antara 5-15 tahun setelah tertular HIV. Dengan catatan ybs. pernah melakukan perilaku berisiko tertalar HIV, kalau tidak pernah maka gejala-gejala itu sama sekali tidak terkait dengan HIV/AIDS.

Tentang gejala pada penis dan lidah Anda, silakan berobat ke dokter. ***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.