28 Juli 2014

Terkait Penangan Pengungsi Hingga HIV/AIDS, Pimpinan Katolik Kritisi Pemkab Karo

Kabanjahe, aidsindonesia.com (27/7-2014) -Tanggung jawab Pemkab Karo dalam penanganan pengungsi yang sampai saat ini masih terpencar-pencar di berbagai  lokasi terutama dalam mewujudkan relokasi tiga desa yang sudah lama dijanjikan cukup berat. Termasuk dalam perbaikan ribuan hektare areal pertanian warga di luar tiga desa yang direlokasi cukup mendesak dibenahi dan penanganan HIV/AIDS yang merupakan daerah terbesar penyebarannya di Sumut dibandingkan dengan jumlah penduduknya setelah Medan dan Deli Serdang.

Keuskupan Agung Medan (KAM) melalui Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Yayasan Caritas, yang sejak awal erupsi sampai sekarang terus memberi perhatian sosial dan bantuan berkisar Rp5 miliar lebih kepada seluruh pengungsi; kurang sempurna bila tidak didukung Pemkab Karo. HIV/AIDS terus berkembang, demam berdarah merajalela melebihi 100 orang di Desa Batukarang. Penanganan ini diharapkan dapat diprioritaskan dan pihak gereja dan pimpinan Katolik mendukung dan siap bekerjasama dengan Pemkab Karo .

Demikian dikatakan Vikep Pastor Ignatius Simbolon OFMCap sebagai perwakilan Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus B Sinaga OFMCap di Tanah Karo didampingi sejumlah pastor dan tokoh masyarakat dalam pertemuan dengan Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kamis (24/7) di aula kantor Bupati Karo.

“HIV/AIDS yang terus berkembang di Tanah Karo perlu diteliti, apa penyebabnya atau apa ada muatan politisnya. Kalau jujur kita mencermati, kegiatan berupa ceramah, KKR atau pun imbauan  yang dilakukan selama ini tidak menyentuh. Sebab itu, tim Litbang Pemkab Karo perlu dibentuk untuk penanganan setiap permasalahan dengan segera . Staf ahli bupati Karo kesannya tidak kredibel karena latar belakang ilmunya kontradiktif dengan tugas sebagai pemberi solusi dan penggagas”, lanjut Pastor Moses E Situmorang, OFMCap, Pastor Paroki Berastagi menambahkan.

Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana terkait masukan dan harapan disampaikan para pastor yang bertugas melayani di seluruh wilayah Tanah Karo mengapresiasi dengan harapan siap dikritisi dan ditegur.

“Ini masukan yang sangat berharga bagi saya. Ini awal kepemimpinan saya. Kritisilah saya, tegur dan beri masukan agar ke depan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Karo dapat kita wujudkan bersama. 

Saya siap berkoordinasi dan komunikasi. Kalau sifatnya konstruktif, silakan. Saya welcome” , ujar Terkelin.

Pada kesempatan itu, Pastor Rudi Sitanggang, Pr, dari Kabanjahe,  Pastor Liberius Sihombing dari Tiganderket, Pastor Ivo Siregar mewakili Direktur JPIC Kapusin Medan, Pastor Bernard Sijabat, Pr dan pastor lainnya juga memberikan masukan terutama dalam penanganan kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup dan penanganan pengungsi Sinabung. Dalam pertemuan itu, Plt bupati didampingi Asisten I, Drs Terkelin Purba, Msi. Sedangkan dari tokoh masyarakat hadir, Rapat Romanus Purba, SH, mantan Ketua DPRD Karo, Harmonis Bukit, Sarjana Purba, Agustin Pandia dan lainnya. (BR2/c/SIB)..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.