21 Juli 2014

Cewek Takut Kena AIDS Karena Ngeseks Dengan Dua Laki-laki

Tanya Jawab AIDS No 1/Juli 2014

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail:  aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya:  (1) Apakah bisa dokter yang memeriksa HIV dalam darah kita mengetahui bahwa orang ini pernah melakukan hubungan seksual meskipun hasilnya negatif dan tidak berisiko tapi memang benar pernah melakukan hubungan seksual? (2) Dua minggu lalu saya tes HIV di rumah sakit, hasilnya nonreaktif, apakah ini bisa dipercaya? (3) Saya melakukan hubungan seksual dengan mantan saya setahun yang lalu. Setelah putus saya menikah dengan laki-laki lain. Tiga bulan kemudian putus lagi dan menikah dengan laki-laki lain lagi. Dua laki-laki ini belum pernah melakukan hubungan seksual dengan perempuan sebelum dengan saya. Mereka tidak pernah pakai narkoba suntik. Apakah saya berisiko tertular HIV? Saya sangat takut.
Nn “ZZ” via SMS (19/7-2014)

Jawab: (1) Sebelum menjalani tes HIV ada konseling yaitu semacam wawancara dengan konselor terkait dengan alasan dan tujuan melakukan tes HIV. Nah, dari konseling ‘kan akan ketahuan faktor risiko yaitu cara penularan HIV yang dialami. Jika tidak pernah menerima transfusi darah yang tidak disaring HIV, juga tidak pernah memakai jarum suntik bergantian pada penyalahgunaan narkoba (narkotik dan bahan-bahan berbahaya), maka tentulah faktor risikonya hubungan seksual. Bisa jadi seks vaginal atau seks anal. Kalau seorang perempuan menjalani tes HIV dengan faktor risiko hubungan seksual, maka hanya ada dua kemungkinan: seks vaginal atau seks anal. Seks oral sangat kecil kemungkinan terjadi penularan HIV. Nah, jika ternyata faktor risiko seks vaginal tentulah sudah bisa dipastikan perempuan tadi sudah melakukan hubungan seksual.

(2) Tes HIV dengan reagen ELISA hasilnya akurat jika dilakukan tiga bulan setelah hubungan seksual tanpa kondom terkahir dengan pasangan yang berganti-gantai atau dengan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pelaku kawin-cerai dan pekerja seks komersial (PSK). Tes HIV bisa akurat jika tes pertama dikonfirmasi dengan tes lain. WHO menganjurkan jika tes pertama dengan ELISA maka konfirmasi dilakukan dengan reagen ELISA sebanyak tiga kali dengan reagen dan teknik yang berbeda dengan tes pertama. Apakah langkah ini dilakukan ketika Anda tes HIV? Kalau standar ini tidak dilakukan dan Anda pada masa jendela (melakukan hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti di bawah tiga bulan), maka hasil tes tidak akurat.

(3) Bagaimana Anda membuktikan bahwa dua laki-laki terakhir tidak pernah melakukan hubungan seksual, vaginal dan anal, dengan perempuan atau laki-laki lain? Kalau hanya berdasarkan pengakuan tentu tidak akurat. Maka, Anda berisiko karena tidak bisa dibuktikan bahwa dua laki-laki itu tidak pernah melakukan perilaku berisiko sebelum ngeseks dengan Anda.

Suami Anda sendiri pun, apakah bisa Anda buktikan sebelum menikah dan selama menikah dia tidak pernah ngeseks dengan perempuan lain atau laki-laki? Kalau tidak bisa Anda buktikan, maka hubungan seksual Anda dengan suami pun ada risiko penularan HIV.


Untuk mengusir ketakutan Anda sebaiknya menjalani tes HIV di klinik VCT di rumah sakit umum di daerah Anda. Tapi, ingat hasil tes akurat jika dilakukan minimal tiga bulan setelah ngeseks terakhir tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan dua laki-laki itu atau laki-laki lain. *** [Syaiful W. HarahapAIDS Watch Indonesia] ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.