21 Juni 2014

Jumlah Penderita HIV/AIDS di Kota Surabaya Meningkat

Surabaya, aidsindonesia.com (4/6-2014) - Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan jumlah Penerita HIV/AIDS di Kota Surabaya pada 2014 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmania, Rabu (4/6), mengatakan jumlah penderita HIV/AIDS di Surabaya dari tahun ke tahun mengalami kenaikan signifikan. Bahkan pada tahun 2014, setiap bulan ada temuan baru penderita HIV/AIDS di kota Pahlawan yang cukup banyak.
"Tidak tanggung-tanggung, jumlah penderita HIV/AIDS yang baru ini mencapai 14 orang setiap bulan. Angka tersebut di luar dugaan karena temuan satu penderita HIV/AIDS sudah dianggap banyak," kata Febria.
Menurutnya, pihak Dinas Kesehatan Surabaya sebenarnya cukup kaget dengan penemuan panderita HIV/AIDS itu. "Jika dibandingkan tahun lalu, memang mengalami peningkatan," katanya.
Ia mengatakan persoalan HIV/AIDS sendiri seperti fenomena gunung es karena kian hari akan bertambah banyak jumlah penderita yang ditemukan. Biasanya ini terjadi karena sebelumnya mereka enggan memeriksakan diri ke dokter, namun kini mereka lebih terbuka.
Ia menambahkan untuk mencari penderita HIV/AIDS, pihaknya menggelar pemeriksaan dini terhadap masyarakat di puskesmas. Pemeriksaan ini ditujukan pada ibu hamil, warga sekitar lokalisasi, lelaki hidung belang dan PSK.
Pemeriksaan gratis ini digunakan untuk memotong penularan penyakit tersebut. Sebab, lanjut dia, jika ada penderita baru, pihaknya langsung melakukan pengobatan sehingga penderita tak sampai menularkan ke orang lain.
Jumlah kasus HIV/AIDS di Surabaya pada tahun 2013 sebanyak 6.671 orang dan menduduki peringkat pertama se-Jawa Timur. Penderita HIV /AIDS ini didominasi umur produktif sekitar 40 persen.
Selain itu juda ada pelajar dan balita yang terkena. Sedangkan profesi yang paling banyak terkena HIV/AIDS adalah karyawan.
Soal penyebab penyebar penyakit HIV/AIDS, ia menambahkan dikarenakan beberapa faktor, di antaranya hubungan seks dengan banyak pasangan, serta pemakaian jarum suntik secara bergantian.
Khusus pemakaian jarum suntik sekarang mengalami penurunan sebagai akibat penularan HIV/AIDS. Ini karena pihaknya menyebar jarum suntik lewat Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Surabaya.
Sementara itu berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jatim menyatakan jumlah penderita HIV/AIDS selama rentang waktu tahun 2013 lalu mencapai 28.743 orang. Dengan perincian untuk jumlah HIV mencapai 20.030 orang dan penderita AIDS sebanyak 8.713.
Untuk angka kematian di tahun 2013 ini, diperkirakan sekitar 12 orang. Hal ini turun drastis dibandingkan tahun 2012 lalu yang mencapai 20 orang. Sedangkan penderita HIV/AIDS yang mati sejak tahun 1989 hingga 2013 sebanyak 152 orang.
"Turunnya angka kematian penderita HIV/AIDS di tahun 2013 ini tak bisa dilepaskan dengan banyaknya ditemukan penderita HIV. Maka dapat sedini mungkin dilakukan pengobatan sehingga penderita tak sampai ke tahap lebih parah yaitu AIDS yang memiliki resiko kematian cukup tinggi," kata Sekretaris KPA Jatim Drs R Otto Bambang Wahjudi. (YUD/Antara/www.beritasatu.com);

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.