28 Juni 2014

4.221 Orang Banten Terinveksi HIV/AIDS

Serang, aidsindonesia.com (23/6-2014) - Dalam kurun waktu 2009-2013, ada sebanyak 4.221 orang yang hidup dengan HIV/AIDS (OHDA) di Provinsi Banten. Dari jumlah tersebut, Sebanyak 3.179 menderita HIV dan 1.042 menderita AIDS.

"Jumlah tersebut merupakan angka kumulatif selama lima tahun. Angka terakhir pada tahun 2013, jumlah penderita HIV di Banten sebanyak 502 orang, dan 188 orang menderita AIDS. Setiap tahunnya ada peningkatan, tapi tidak terlalu banyak," kata Menteri Kesehatan Nafsian Mboi saat kunjungan kerja di RSUD Kota Tangerang, Senin (23/6).

Menurut Menkes, penyebab penularan HIV/AIDS paling banyak adalah pria berkeluarga yang melakukan hubungan badan dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) tanpa pengaman, kemudian penggunaan narkoba melalui jarum suntik bergantian.

"Pria-pria yang suka 'jajan' ini bisa menularkan istrinya hingga ke anaknya," jelasnya.

Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah anak-anak yang tertular HIV/AIDS. Kondisi mereka tidak diketahui karena kurang perhatian dari pemerintah setempat.

"Banyak anak di Banten yang kena HIV, di belakang angka OHDA ini pasti masih banyak. Tapi kurang dapat perhatian. Jadi saya minta ini jadi perhatian Pemprov Banten, saya juga minta data penderita HIV/AIDS bulan sampai Juli 2014," kata Menkes kepada Plt Gubernur Banten Rano Karno yang hadir dalam acara tersebut.

Sebagai tindakan Preventif, Menkes menghimbau agar pria yang sudah berumah tangga tidak ke tempat pelacuran atau menggunakan narkoba dengan jarum suntik secara bergantian.

"Jangan juga melakukan hubungan di luar nikah tanpa pengaman dengan lawan jenis. Kalau bayinya terinfeksi, harus segera melakukan perawatan medis," tegasnya. (M
itra Ramadhan/merdeka.com/if).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.