29 Juni 2014

3 Penderita AIDS di Sukabumi Meninggal

Sukabumi, aidsindonesia.com (27/6-2014) - Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyatakan tiga penderita penyakit tersebut meninggal dunia. Tercatat, selama 2014 sudah 11 orang penderita HIV/AIDS meninggal dunia.

"Selama Juni ini saja kami menemukan 10 kasus baru penyebaran HIV/AIDS sehingga selama 2014 ini sudah ada 45 kasus baru yang ditemukan, bahkan jumlah penderita yang meninggal dunia bertambah tiga orang atau menjadi 11 orang," kata Sekretaris KPA Kabupaten Sukabumi Asep Suherman kepada Antara  (26/6).

Menurut Asep, dari laporan yang masuk tersebut ketiga penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia tersebut merupakan asli warga Kabupaten Sukabumi. Namun dirinya enggan menyebutkan secara detail alamat dan namanya. Yang jelas, sebelum meninggal dunia ketiga sudah menjalani pengobatan dan terapi ARV secara rutin.

Bahkan dirinya memprediksi jumlah penderita penyakit ini akan terus bertambah, karena kasus ini ibarat fenomena gunung es. Tidak semua penderita HIV/AIDS mengetahui bahwa dirinya terinfeksi dan enggan melaporkan kepada pihak pelayan kesehatan.

"Tingkat kesadaran masyarakat yang terbuka untuk memeriksa kesehatannya ke klinik atau rumah sakit terdekat masih rendah, maka dari itu kami mengimbau kepada warga yang kegiatannya rawan terinfeksi virus yang belum ada obatnya ini untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin," tambahnya.

Berdasarkan data KPA pada 2013 lalu terdapat 289 kasus penyebaran HI/AIDS dan yang meninggal dunia mencapai 101 orang. Adapun daerah yang tingkat penyebaran paling rentan yakni Kecamatan Cisaat yakni 18 kasus. Kemudian Kecamatan Cibadak dan kecamatan lainnya.

Sementara, sampai pertengahan tahun ini pihaknya mencatat ada 334 kasus yang sedang ditangani KPA. Untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS yang hingga kini belum ada obatnya. 

Tak hanya itu, KPA bersama masyarakat gencar membentuk kader-kader dengan tujuan untuk mensosialisasikan tentang bahaya virus tersebut. (
Ramadhian Fadillah/merdeka.com).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.