02 Mei 2014

Waspada! Virus HIV AIDS Mengintai Ibu Rumah Tangga di Sukoharjo, Jateng

Sukoharjo, aidsindonesia.com (1/5/2014) - Penyebaran virus HIV AIDS di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tidak hanya terjadi pada orang dengan resiko tinggi saja, tapi sekarang juga sudah merembet ke jaringan bawah. Hal tersebut didapati setelah Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo melakukan pendataan penderita. 

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Bejo Raharjo, Kamis (1/5/2014), mangatakan total sesuai data akumulatif sampai 2014 yang ada tercatat sebanyak 144 orang penderita HIV AIDS berada di Sukoharjo. sebanyak 80 pasien sudah menjalani perawatan VCT ke rumah sakit yang ditunjuk. 

Bejo mengatakan sesuai data rata rata perbulan ada sebanyak dua orang penderita HIV baru. Data terakhir yang masuk pada 2014 ini tercatat ada sebanyak tujuh orang penderita. 

Sedangkan secara akumulatif sejak 2004 sampai 2014 tercatat ada sebanyak 36 orang penderita HIV AIDS di Sukoharjo meninggal dunia. “Dari jumlah penderita mayoritas didominasi wirausahawan, ibu rumah tangga dan pekerja seks komersil (PSK),” ujar Bejo. 

Dilihat dari penderita, Bejo menjelaskan sudah terjadi penyebaran pada golongan dengan resiko rendah. Sebab ibu rumah tangga dikatakanya sangat jauh dari resiko menderita HIV AIDS. Namun kenyataanya angka sesuai data menunjukan cukup tinggi jumlahnya. 

Para ibu rumah tangga tersebut dijelaskanya menderita HIV AIDS karena tertular pasanganya atau suaminya. Karena itu kemungkinan besar, karena pengaruh pasangan yang suka berganti pasangan maka menyebabkan virus itu bisa menular. 

“Para pria atau suami dari pasangan ibu rumah tangga menjadi penyebab penularan virus,” lanjutnya. 

Dijelaskanya, resiko tinggi orang terserang HIV AIDS merupakan PSK. Tapi dikatakan Bejo dilihat dari jumlah justru masih kalah dengan ibu rumah tangga yang tingkat resiko tertularnya rendah. 

Terserangnya ibu rumah tangga terhadap virus HIV AIDS menyebabkan penularan pada anak waktu hamil. Setelah melahirkan, anak tersebut butuh penanganan secara khusus dari petugas. 

Dari data akumulatif yang dimiliki DKK Sukoharjo sampai sekarang total ada enam orang anak yang tertular dari ibunya. Mereka sudah mendapatkan penanganan dari petugas medis. 

Untuk penanganan penderita sendiri dijelaskanya, pihak DKK Sukoharjo sudah menunjuk dua rumah sakit. Pertama yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo dan rumah sakit Yarsis Kartasura.  

“Khusus untuk rumah sakit Yarsis sengaja dipilih karena untuk mencover penderita yang mayoritas berada di wilayah Kecamatan Kartasura,” lanjutnya.(Mam/KRjogja.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.