21 Mei 2014

Kota Kediri, Jatim, Darurat HIV/AIDS, Januari-Maret 60 Orang Terjangkit

Kota Kediri, aidsindonesia.com (21/5-2014) - Sebanyak 60 orang terjangkit HIV/AIDS di Kediri, Jawa Timur, dalam kurun waktu Januari-Maret 2014. Diduga, virus HIV menyebar melalui lokalisasi remang-remang di Kediri.

Puluhan tim relawan penanggulangan HIV- AIDS Kota Kediri memberikan penyuluhan kepada warga dan pengunjung kawasan Lebak Tumpang Klotok Kecamatan Mojoroto. Dipilihnya Kawasan Lebak Tumpang sebagai sasaran sosialisasi, karena lokasi itu dicurigai sebagai tempat remang-remang dan rawan disalahgunakan untuk ajang transaksi seksual secara bebas.

"Penyuluhan kami lakukan dengan cara menempelkan beberapa poster berisi tentang bahaya HIV/AIDS di beberapa sudut warung, serta memberikan pemahaman bahaya HIV AIDS kepada pengunjung warung," kata Anjar Relawan Penanggulangan HIV /AIDS Kota Kediri, Selasa (20/05).

Menurut Anjar, ada tiga lokasi rawan penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Kediri yakni di Kawasan Lebak Tumpang, Kawasan Gor Jayabaya dan di warung remang-remang di sepanjang dermaga Sungai Brantas.

Sosialisasi ini perlu terus digalakkan karena jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Kediri saat ini melonjak tajam sehingga Kota Kediri bisa dikategorikan darurat HIV-AIDS.

Sesuai data tahun 2013 lalu kasus HIV AIDS di Kota Kediri terdeteksi sekitar 138 kasus. Tetapi jumlah itu terus meningkat dan dalam tempo bulan Januari hingga Maret tahun 2014 penderita HIV/AIDS yang terdeteksi sebanyak 60 orang. ( Imam Mubarok/merdeka.com).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.