21 Mei 2014

Dorong Masyarakat Peduli HIV/AIDS

Majalengka, aidsindonesia.com () – Sebanyak 69 orang terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan 51 orang lainnya terkena Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi saat membuka rapat koordinasi penanggulangan AIDS bertempat di gedung Yuda Abdi Karya, Selasa (20/5)
.
Dalam sambutannya wabup mengatakan, meskipun penderita HIV/AIDS di Kabupaten Majalengka masih dianggap rendah dari sejumlah daerah di Jawa Barat, namun perlu antisipasi yang harus tetap dilakukan semua pihak. “Sesuai dengan keputusan bupati Majalengka dikeluarkanlah komitmen kelembagaan KPA di Majalengka ini,” kata Karna.


Ditegaskannya, melalui rakor ini tentunya tugas mengkoordinasikan dan mensinergiskan tentang program AIDS di Kota Angin. Program ini harus ada penguatan lembaga seperti Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) agar betul-betul memanfaatkan program dengan baik.
Terutama pada dinas kesehatan (dinkes) khususnya di seluruh rumah sakit (RS). Mempertajam program termasuk dari KPA Provinsi Jawa Barat jelas menjadi perhatian bersama semua pihak. Tentunya harus diimplementasikan dalam bentuk koordinasi tentang bagaimana yang sudah dijalankan dari koordinasi itu.


“Masalah HIV/AIDS di Majalengka bagaikan gunung es. Oleh karena itu, kita harus mendorong agar masyarakat di Kota Angin lebih peduli. Meskipun jenis penyakit ini tidak seangker dulu, tetapi HIV tentu disoroti menjadi gerakan massa yang luar biasa,” ujarnya.


Di samping itu, dari kondisi-kondisi yang ada di Majalengka saat ini, tentunya mempunyai teknis dan cara bagaimana lebih mengimplementasikan seperti adanya lembaga melalui informasi dari sejumlah pihak. Wabup berharap dalam rapat penanggulangan ini membawa semangat apalagi bertepatan dengan momen hari kebangkitan nasional (Harkitnas). Spirit motivasi agar program ini bisa berjalan dengan baik.


“Tentunya, momen ini harus disikapi dengan berkurangnya jumlah penderita terutama melalui program ini. Jangan sampai justru malah bertambah. Tentunya kita juga harus mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap antisipasi munculnya HIV/AIDS,” pesannya.


Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Majalengka Durahman SAg MM menambahkan, berdasarkan peraturan bupati Majalengka nomor 10 tahun 2008 tentang tugas pokok dan fungsi satuan organisasi sekretariat daerah, sekretariat DPRD dan staf ahli menyatakan program ini bagian dari kesejahteraan rakyat.


Untuk itu, dalam pelaksanaan rapat koordinasi tersebut tentang program penanggulangan HIV/AIDS tingkat Kabupaten Majalengka merupakan upaya lintas sektor dan program untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan strategis dalam pencegahan, pengendalian dan penanggulangan AIDS.


Penyelenggaraan rakor kebijakan dan program penanggulangan HIV/AIDS didasari keputusan bupati Majalengka nomor 113 tahun 2013 tentang pembentukan komisi penanggulangan AIDS di Majalengka. Tujuannya yakni untuk mengkoordinasikan perumusan dan penyusunan kebijakan, strategi, dan langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS.


“Kegiatan ini juga untuk mengembangkan efektivitas koordinasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) yang lebih intensif serta menyeluruh dan terpadu,” tandasnya. (ono/http://www.radarcirebon.com/
)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.