25 Mei 2014

Antisipasi Penyebaran AIDS, Ibu Hamil Dicek Darah

Cianjur, aidsindonesia.com (25/5-2014)  - Kalangan ibu hamil di Cianjur mulai didorong untuk diambil sampel darahnya sebagai bentuk pencegahan penularan virus penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Pasalnya, tak menutup kemungkinan kalangan ibu hamil juga berisiko terkena virus tersebut.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Agus Haris mengatakan, pengambilan sampel darah ibu hamil itu merupakan bagian dari program Voluntary Counseling Test (VCT). Kegiatan itu dilakukan dengan cara jemput bola ke puskesmas-puskesmas.

"Kita sudah lakukan kegiatan VCT bagi ibu hamil itu sejak Maret 2014 lalu. Jadi para petugas kami mengunjungi puskesmas-puskemas yang ada, kemudian mengambil sampel darah dari ibu hamil. Itu juga jika ibu hamilnya bersedia, jika tidak juga tak apa-apa," kata Agus kepada INILAHCOM, Minggu (25/5/2014).

Agus mengatakan, penyebaran virus HIV/AIDS saat ini tak hanya berasal dari kalangan komunitas tertentu, misalnya wanita penjaja seks (WPS). Trennya saat ini sudah mulai menyebar ke kalangan ibu rumah tangga bahkan ibu hamil.

"Kalau dari sisi persentase memang tergolong kecil penyebaran virus HIV/AIDS dari kalangan ibu hamil. Tapi tetap merupakan kewajiban dan tugas kita melakukan pencegahan," sebutnya.

Dinkes Kabupaten Cianjur menargetkan pada 2015 penyebaran HIV/AIDS di Cianjur bisa terus ditekan. Artinya, di tahun itu diharapkan sudah mulai fokus pada upaya penanggulangan pengidap HIV/AIDS.

"Targetnya memang sudah bisa diputus mata rantai penyebaran virus HIV/AIDS," tegas Agus.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur Hilman mengaku, saat ini ada kecenderungan pergeseran pengidap HIV/AIDS dari WPS ke ibu-ibu rumah tangga. Karena itu, sosialisasi pencegahan HIV/AIDS saat ini sudah melibatkan kader-kader posyandu.

"Kita juga sudah membuka konseling bagi para pengidap HIV/AIDS. Selain itu, di RSUD Cianjur dan di RSUD Cimacam serta di beberapa puskesmas lainnya juga sudah dibuka konseling. Konseling dibuka bebas bagi siapapun yang ingin berkonsultasi," tuturnya.

Dalam kurun 12 tahun terakhir, temuan kasus HIV/AIDS masih didominasi di Kecamatan Cianjur. Berdasarkan catatan di KPA Cianjur, jumlah temuan HIV/AIDS di Kecamatan Cianjur sebanyak 51 kasus, di Cipanas sebanyak 43 temuan kasus, di Pacet sebanyak 40 temuan kasus, dan di Karangtengah sebanyak 18 kasus.

Sedangkan jumlah pengidap HIV/AIDS selama 2001-2013 tercatat sebanyak 352 orang. Sebanyak 60 orang di antaranya meninggal dunia. [hus/Benny Bastiandy/inilahkoran.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.