21 Mei 2014

300 PSK Di Lokalisasi Dolly dan Jarak, Surabaya, Terjangkit HIV/AIDS

Surabaya, aidsindonesia.com (21/5-2014) – Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada para pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Jarak dan Dolly, Selasa (20/5/2014).
Kepala Dinas kesehatan Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita, mengatakan pemeriksaan kesehatan terhadap para PSK di Dolly dan Jarak dilakukan hampir tiap minggu.
"Pemeriksaan awal bisa dilakukan di seluruh Puskesmas, namun untuk pengobatan dilakukan di RS Dr. Soewandi dan Dr. Soetomo Surabaya," katanya.
Menurut dia, untuk memantau para PSK yang terjangkit HIV/ AIDS, LSM maupun petugas kesehatan di lapangan melakukan pendekatan personal.
Febria Ramchmanita mengaku, di lokalisasi Jarak dan Dolly jumlah PSK yang mengidap HIV/AIDS mencapai ratusan orang.
"Banyak yang mengidap, jumlahnya sekitar 200-300-an," katanya.
Namun demikian, ia menegaskan, sebagian PSK yang terinfeksi virus mematikan itu telah dipulangkan ke daerah asalnya. Hal ini dikarenakan sebagian besar PSK yang menghuni di Jarak dan Dolly berasal dari luar daerah.
"Dari sekitar 1.300 PSK, sekitar 70%-80% berasal dari luar daerah,"katanya.
Febria menambahkan, untuk PSK luar daerah yang terjangkit HIV/AIDS, pihaknya meminta pemerintah daerah setempat untuk memantaunya. Dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS di Surabaya jumlah anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp2 miliar-Rp3 miliar.
"Anggaran itu untuk penambahan reagent, pelatihan dan kondisi penanggulangan AIDS," katanya. (http://surabaya.bisnis.com/Antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.