07 Mei 2014

255 Warga Batang, Jawa Tengah, Menderita HIV/AIDS

Batang, aidsindonesia.com (7/5/2014) - Di Kabupaten Batang, kasus HIV/AIDS cukup memprihatinkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Kabupaten Batang saat ini menempati peringkat tujuh kabupaten/kota se Jawa Tengah dengan angka penderita HIV/AIDS tertinggi. Fakta dan fenomena ini menjadi “PR” dan tantangan bagi semua agar HIV/AIDS tidak menular lebih jauh ke masyarakat. Mengingat hal itu  menjadi ancaman yang serius bagi semua warga.
“Penyebaran virus HIV/AIDS bukan sekedar masalah medis, tetapi memiliki kompleksitas permasalahan psikologis, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain aspek dalam kehidupan kita,” ujar Wakil Bupati Batang H Soetadi SH MM yang juga Ketua Komisi Perlindungan AIDS (KPA) saat kegiatan rapat koordinasi anggota KPA, di Aula Kantor Bupati, Selasa (6/5).
Soetadia mengatakan bahwa salah satu sumber penularan HIV/AIDS adalah prostitusi. Dan dengan posisi wilayah dilalui jalur pantura Jateng, menjadikan Kabupaten Batang daerah yang rawan dengan adanya praktek prostitusi. Meski demikian, tentunya warga Batang tidak mau jika daerahnya menjadi sarang prostitusi, karena selain sebagai tempat penyebaran HIV/AIDS, juga merupakan perbuatan tercela yang bertentangan dengan norma agama dan kesusilaan.
Untuk itu, Wabup menyampaikan bahwa sebagai bukti keseriusan Pemkab dalam penanganan masalah tersebut, telah ditetapkan Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS dan Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Pelacuran di wilayah Kabupaten Batang.
“Permasalahan HIV/AIDS tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan  perlu didukung oleh peran serta berbagai pihak,  baik lintas sektor, organisasi masyarakat, LSM, maupun dunia usaha. Oleh sebab itu, peningkatan upaya kemitraan dan peran serta  dalam penanggulangan HIV/AIDS perlu terus didorong, ditingkatkan dan dikembangkan,” jelas Soetadi.
Mudhofir selaku Sekertaris KPA Kabupaten Batang, menjelaskan bahwa situasi HIV di Kabupaten Batang, berdasarkan data dari Dinkes untuk penemuan kasus HIV di Kabupaten Batang sampai dengan bulan Maret 2014 jumlahnya sebanyak 291, sedangkan untuk jumlah kasus AIDS mencapai 83, kasus HIV/AIDS mencapai 374, dan meninggal dunia sebanyak 56 orang.
“Sebaran HIV/AIDS dengan jumlah kumulatif kasus penduduk Batang sebanyak 225 kasus yang tersebar di setiap kecamatan se-Kabupaten Batang,” ungkap Mudhofir.
Untuk penyeberanya penderita HIV/AIDS terdiri, Kecamatan Batang 54 orang, Kandeman 10 orang, Tulis 16 orang, Subah 20 orang, Banyuputih 35 orang, Gringsing 11 orang, Limpung 9 orang, Tersono 4 orang, Pecalungan 15 orang, Bawang 10 orang, Reban 6 orang, Blado 19 orang, Bandar 31 orang, Wonotunggal 9 orang dan untuk Kecamatan Warungasem 6 orang.
KPA Kabupaten Batang telah berusaha dalam penanggulangan HIV/AIDS di masing-masing Kelompok kerja, seperti di Pokja Pencegahan dan Penjangkauan telah membentuk tim edukasi HIV/AIDS. Selain itu juga sosialisasi HIV/AIDS di lima kecamatan jalur Pantura, yaitu Gringsing, Banyuputih, Subah, Tulis, Kandeman dan Batang.
“Untuk Pokja Pelayanan Kesehatan dan dukungan telah menset-up 5 klinik LKB, mengkoordinir dan melakukan penjadwalan pelayanan kesahatan mobil klinik IMS, VCT, populasi kunci dan masyarakat, melalui pokja-pokja melakukan sosialisasi pencegahan dan bimbingan kepada masyarakat yang lain secara rutin,” ujarnya. (rul/NURUL FATAH/Redaktur: Doni Widyo/http://www.radarpekalonganonline.com/).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.