19 April 2014

YPKM Papua Rekrut 500 Relawan HIV/AIDS

Jayapura, aidsindonesia.com (19/4/2014) - Lembaga Swadaya Masyarakat, Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM), Papua di Jayapura merekrut dan medidik sedikitnya 500 tenaga relawan guna mencegah penyebaran virus HIV-AIDS di daerah tersebut. 
Direktur Eksekutif YPKM Papua Tahi G. Butar-Butar di Jayapura, Sabtu, mengatakan pihaknya sudah mendidik 500 relawan tersebut namun masih belum cukup, Yayasan masih akan merekrut relawan guna melakukan pencegahan dan penyebaran virus HIV-AIDS di masyarakat. 
Menurut dia, kali ini pihaknya mengubah metode penanganan dan pencegahan penyebaran virus HIV-AIDS yakni dengan metode partisipasif dan partisipatori. "Lima ratus tenaga relawan yang sudah kami rekrut dan dididik serta yang nanti ditambahkan akan menggunakan kedua metode ini," katanya. 
Dalam menggunakan metode itu, kata Tahi, para relawan diharapkan merubah perilaku masyarakat yakni perilaku berganti-ganti pasangan dan perilaku seks bebas. Metode itu harus dilakukan bersama masyarakat dengan memetahkan masalah sesuai kondisi geografi daerah untuk mengetahui perilakunya. 
Perbedaan perilaku atau karakteristik warga di daerah pegunungan Papua berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah pesisir pantai. Dengan demikian perlu pemetaan yang dilakukan bersama masyarakat di masing-masing daerah. 
"Pemetaan itu akan memperlihatkan potret kondisi perilaku masyarakat pada saat itu misalnya kebiasaan masyarakat berkaitan dengan budayanya. Aapa saja yang membuat ia bisa terlibat seks dan terkena HIV-AIDS begitu cepat, informasi terkait itu terus digali," tuturnya. 
Menurut dia, penggalian informasi yang didapat menentukan jenis informasi apa yang tepat dan cara menyampaikannya kepada masyarakat atau mengintegrasikan dari aspek gender misalnya dalam perilaku seks siapa yang terlebih dahulu menentukan, laki-laki atau perempuan. 
Saat ini, katanya, para relawan YPKM yang sudah terdidik tengah memulai metode itu di daerah-daerah pinggiran kota di Jayapura, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sentani, Kabupaten Jayapura, dan Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. 
Daerah pinggiran kota seperti di Kampung Injros dan Tobati serta Kayu Pulau dan Kayu Batu di pinggiran Kota Jayapura, kemudian Kampung Asei Besar dan Kecil serta Kampung Ayapo di pinggiran Sentani, Kabupaten Jayapura. 
Dia menambahkan fokus penanganan yang dilakukan lebih kepada masyarakat umum, terutama pekerja seks yang selalu gonta-ganti pasangan dan anak-anak jalanan.(01/antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.