22 April 2014

Takut Kena AIDS Karena Kondom Lepas 20 Detik Ketika Ngeseks

Tanya Jawab AIDS No 6/April 2014

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Hari Sabtu kemarin saya melakukan perilaku berisiko (al. hubungan seksual tanpa kondom dengan perempuan yang sering ganti-ganti pasangan-Red.). Ketika itu kondom yang saya pakai terlepas sekitar 20 detik. Penis saya tidak luka dan saya tidak ejakulasi di dalam vagina cewek itu. Vagina cewek itu tidak basah. Ini pertama kali saya melakukan hubungan seksual. Ada gesekan dengan vagian tapi tidak keras dan tidak lama.  (1) Seberapa besar kemungkinan saya tertular HIV jika cewek itu mengidap HIV/AIDS? (2) Apakah ada harapan tidak tertular HIV karena hanya sekali melakukan hubungan seksual? (3) Apakah ada kasus-kasus sebelumnya tertular melalui hubungan seksual yang pertama? (4) Jika sampai setelah 3 bulan saya normal-normal saja dan tidak ada gejala-gejala terkait AIDS, apakah saya bisa dibilang tidak tertular HIV? (5) Jika cewek itu mengaku selalu memakai kondom setiap melakukan hubungan seksual, apakah risiko saya tertular HIV dari cewek itu bisa dibilang rendah? (6) Pikiran saya tidak tenang menunggu masa jendela, apakah ada solusi mendeteksi HIV tanpa harus menunggu masa jendela?

Tn “Z”, Kota “D”, Jabar,  via SMS (16/4-2014)

Jawab: (1), (2) dan (3) Risiko tertular dan menularkan HIV melalui hubungan seksual vaginal (penis masuk ke dalam vagina) terjadi melalui cairan vagina (ke laki-laki) dan air mani (ke perempuan) serta gesekan antara penis dan vagina.

Secara teoritis risiko tertular HIV melalui hubungan seksual dengan yang mengidap HIV/AIDS tanpa kondom di dalam dan di luar nikah adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seksual ada 1 kali risiko penularan.

Persoalannya adalah tidak bisa diketahui pada hubungan seksual yang ke berapa terjadi penularan HIV. Bisa yang pertama, kedua, kelima, kelima puluh, atau yang keseratus. Itu artinya setiap hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan pengidap HIV/AIDS ada risiko tertular HIV/AIDS.

Terkait dengan kondom yang Anda pakai lepas 20 detik tentulah sudah terjadi gesekan penis dengan vagina serta penis dengan cairan vagina. Tidak ada studi yang bisa menentukan berapa lama hubungan seksual dilakukan agar terjadi penularan HIV. Itu artinya penularan bisa saja pada detik pertama, menit kelima, dst.

Tidak ada informasi tentang penularan HIV pada hubungan seksual yang keberapa. Pengakuan seorang anak muda yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS melalui tes HIV di Yayasan Pelita Ilmu (YPI) beberapa tahun yl. dia baru 10 kali melakukan hubungan seksual ketika terdeteksi mengidap HIV/AIDS.

(4) Terkait dengan penularan HIV yang juga jadi persoalan besar adalah tidak ada tanda-tanda yang khas AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan pada diri orang-orang yang sudah tertular HIV. Bahkan, statistik menunjukkan gejala yang terkait dengan HIV/AIDS, dengan catatan ybs. sudah menjalani tes HIV, baru ada antara 5 – 15 tahun setelah tertular HIV. Nah, kalau sampai tiga bulan Anda tidak mengalami gejala-gejala terkait HIV/AIDS itu tidak berarti Anda tidak tertular HIV jika Anda sudah mengidap HIV/AIDS.

(5) Itu ‘kan hanya sebatas pengakuan perempuan tsb. Anda tentu saja tidak bisa membuktikannya. Fakta menunjukkan di lokasi atau lokalisasi pelacuran yang menjalankan program kondom dengan ketat yaitu hanya tamu laki-laki yang memakai kondom yang boleng ngeseks dengan PSK, tetap saja ada PSK yang mengidap penyakit kelamin. Hal ini bisa terjadi karena PSK tidak akan memaksa pacara atau suami mereka memakai kondom jika sanggama. Padahal, bisa saja pacar atau suami mereka itu juga melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan PSK lain.

(6) Ada tes yang tidak harus menunggu masa jendela yaitu PCR. Tapi, lebih baik Anda konsultasi ke Klinik VCT di rumah sakit umum (RSUD) di daerah Anda.

Daripada Anda risau, akan lebih baik kalau Anda konsultasi ke Klinik VCT.***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.