15 April 2014

Sengaja Tularkan HIV/AIDS, Pelaku Didenda Rp50 Juta Plus Kurungan 6 Bulan

Merauke, aidsindonesia.com (15/4/2014) - Setiap penderita Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV dan AIDS di Kabupaten Merauke akan didenda Rp50 juta dan hukuman kurungan badan selama 6 bulan, jika terbukti menularkan penyakit tersebut kepada orang lain.
Demikian disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Merauke, Heni Astuti Suparman kepada media ini, Senin kemarin. Menurut Heni, penularan yang disengaja melalui jarum suntik, pisau, transfusi darah dan prilaku seksual.

“Ini bukan hanya bagi kelompok-kelompok tertentu saja, seperti PSK atau pekerja hiburan malam, tetapi semua orang. Dalam arti luas, bahwa petugas dan masyarakat yang jika kedapatan mengidap penyakit IMS, kemudian menularkan ke orang lain, ini akan mendapat denda dan sanksi,” tegas Heni.

Lanjutnya, setiap petugas kesehatan wajib melindungi ODHA atau pasien yang terkena gejala-gejala penyakit tersebut dan harus merahasiakannya. Sedangkan, orang yang sudah positif HIV/AIDS, wajib melindungi diri serta tidak menularkan penyakit itu kepada orang lain.

“Tidak boleh seenaknya, ketika sudah kena HIV-AIDS, kedapatan lalu menyebarkan ke orang lain, tentu ditindak tegas. Para petugas atau siapa saja penggiat HIV, termasuk yang sudah terinveksi juga dilindungi,” tutur Heni.

Menurut Heni, regulasi itu mengacu pada Perda nomor 3 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Penanggulangan IMS, HIV/AIDS di Kabupaten Merauke yang baru saja diperbarui. 

“Perda ini tengah gencar kami sosialisasikan untuk diterapkan bagi seluruh masyarakat. Tidak hanya terkait denda, banyak aturan yang harus ditaati dalam Perda itu, termasuk proteksi secara luas,” tandasnya. (moe/aj/lo1//bintangpapua.com/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.