11 April 2014

Risma Kesulitan Tutup Dolly Karena Jumlah PSK Capai Ribuan

Surabaya, aidsindonesia.com (12/4/2014) - Pemkot Surabaya mulai mempersiapkan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak sebelum memasuki bulan Ramadan atau akhir Juni 2014. Saat ini Pemkot telah mengajukan anggaran rehabilitasi ke Kementerian Sosial (Kemensos).

"Program rehabilitasi ini berupa pemberian bekal sebelum para PSK ini pulang kembali ke kampung halaman atau menekuni profesi lain," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, seperti dilansir dari Antara, Jumat (11/4).

Ia mengatakan, ada sebanyak 375 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sudah terdata untuk program rehabilitasi berupa pemberian latihan keterampilan. "Latihan keterampilan itu antara lain menjahit dan beberapa keahlian lain, sehingga ketika sudah tidak menjadi PSK lagi, maka mereka bisa hidup dari keterampilan yang dimiliki," katanya.

Sebelumnya sudah ada empat lokalisasi yang sudah ditutup, di antaranya Klakahrejo, Sememi, Morokrembangan, dan Dupak Bangunsari. Sekarang, tinggal Dolly dan Jarak di Kecamatan Sawahan yang masih buka.

Namun Risma mengakui ada banyak kendala dalam penutupan Dolly dan Jarak. Ada saja pihak tertentu yang menghalang-halangi. Sayang, Risma tidak menyebut pihak mana yang dimaksud.

"Selain itu, jumlah PSK yang cukup banyak di Dolly dan Jarak juga menjadi kendala. Kalau yang lain-lain itu kan jumlahnya sedikit. Mungkin 100 hingga 300 PSK. Nah, di Dolly ini ribuan," katanya.

Sepanjang tahun ini, kata dia, pemerintah menyiapkan dana lebih dari Rp 27 miliar untuk rehabilitasi eks wilayah lokalisasi di Surabaya, yakni Klakahrejo, Sememi, Morokrembangan, dan Dupak Bangunsari.

Rinciannya sebesar Rp 585 juta dari dana program Kementerian Sosial (Kemensos), Rp 25 miliar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan sebesar Rp 1,4 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

"Dalam rehabilitasi ini, kami tidak membongkar wisma yang selama ini digunakan sebagai tempat pemuas nafsu lelaki hidung belang. Wisma ini harus difungsikan sebagai rumah pada umumnya," katanya. (Muhamad Hasits/merdeka.com).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.