16 April 2014

Perda Tentang HIV-AIDS Berikan Proteksi Bagi PSK dan Masyarakat Luas

Merauke, aidsindonrsia.co (15/4/2014) - “Kami berusaha untuk efektif, walaupun belum maksimal. Tapi yang pasti, kami tahu dari data yang ada. Di komunitas malam itu angka IMS-nya menurun cukup jauh, sehingga kami berharap dari komunitas malam ini bisa merambat ke populasi umum itu. Artinya, pemahaman dan pengetahuan ini bisa merebak sampai ke tingkat populasi yang luas,” terangnya.

Ia mengakui, bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan IMS, HIV-AIDS sampai ke tingkat bawah (masyarakat umum) belum maksimal. Sehingga dibaharui Perda terkait itu, agar bisa pengetahuan dan pemahaman sampai ke masyarakat secara luas.

“Mudah-mudahan dengan pembaharuan peraturan daerah ini akan bisa memasuki pada populasi umum, terutama masyarakat umum, PNS, TNI-Polri, dan semua komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Merauke,” tegasnya.

Lingkup pengawasan dari Perda sebelum diperbarui, menurut Heni, hanya mencakup masyarakat di kawasan kota saja. Namun saat ini Perda tersebut dapat menjangkau sampai ke Wanam dan Wogekel, wilayah yang notabene ditemukan banyak masalah penyakit IMS.

“Memang kami akui bahwa untuk sampai ke wilayah terjauh, khusus di Kampung Wanam dan Wogekel Distrik Ilwayap, itu memang ada kendala dalam hal pengawasan. Sehingga kami bersama Dinas Kesehatan, Pusat Kesehatan Reproduksi sudah melakukan kegiatan penyuluhan di Wanam,” tuturnya.

Dikatakan pihaknya telah melakukan penyuluhan terkait Perda yang baru direvisi itu di daerah Ilwayap. “Beberapa petugas dari sisi kesehatan sudah dilatih, yang kami lihat bahwa mereka sudah mulai perlahan-lahan mengikuti protap yang ada,” ucapnya.
Seraya menambahkan, dari sisi sanksi belum diterapkan di wilayah Ilwayap. Namun demikian, kata Heni, pencegahan dan penanggulangan IMS, HIV-AIDS, bukan hanya menjadi tugas KPA, namun semua pihak termasuk masyarakat secara luas.

“Hanya dalam hal pemberian sanksi itu yang belum dan bukan hanya dari kami KPA Merauke, tetapi semua pihak harus terlibat sama-sama. Tidak bisa KPA sendiri, nah itu yang harus kami lakukan jejaring dengan pihak lain,” tandasnya. (moe/aj/lo1/bintangpapua.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.