23 April 2014

Penderita HIV/AIDS di Wonogiri, Jateng, Didominasi Ibu Rumah Tangga

Wonogiri, aidsindonesia.com (23/4/2014) Penderita HIV/AIDS di Wonogiri setiap tahunnya mengalami peningkatan signifikan. Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan Badan Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera Peberdayaan Perempuan (BKBKSPP) Wonogiri, Kurnia Listyarini mengungkapkan, kasus HIV/AIDS di Wonogiri banyak diderita ibu rumah tangga.
“Mereka (ibu rumah tangga) itu hanya tertular lantaran suaminya merantau di luar kota, dan kemungkinan besar si suami sering melakukan hubungan seksual dengan gonta-ganti pasangan. Karena posisi istri sendiri nilai tawarnya rendah di hadapan suami, sehingga mau tidak mau istri harus melayani suami, padahal di luar sana suami sering jajan tanpa menggunakan kondom, dan dimungkinkan sekali dia membawa HIV dan akhirnya menular kepada istrinya,” terang Kurnia Listyarini saat dijumpai wartawan di Pendopo Rumah Dinas Bupati di sela-sela Peringatan Hari Kartini, Rabu (23/4).
Dikatakan, penanganan kasus HIV/AIDS di Wonogiri saat ini sudah menjadi perhatian semua kalangan. Baik lintas sektoral, intansi dan NGO (Non Goverment Organization), semuanya terlibat dalam melakukan pendampingan.
“Maka dengan momen peringatan Hari Kartini ini kita menyadarkan kepada ibu-ibu yang hadir di sini agar lebih waspada dan lebih mengetahui soal HIV/AIDS, dan untuk penanganan kasus HIV/AIDS di Wonogiri kita melibatkan semua lapisan, baik lintas instansi, tokoh agama dan LSM, semuanya terlibat, kita akan dampingi semua penderita HIV di Wonogiri ini,” katanya.
Ditambahkan, dari data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri pada tahun 2011, penderita HIV tercatat 19 orang, dengan perincian 6 pria dan 13 perempuan. Kemudian pada tahun 2012 meningkat menjadi 33 penderita HIV (18 pria, 15 perempuan). Selanjutnya tahun 2013 meningkat menjadi 40 pria dan 15 perempuan.
“Untuk tahun 2014 sebenarnya sudah ada tapi datanya belum masuk kepada kita, yang sejak 2001 hingga 2013 terdapat 127 kasus HIV/AIDS di Wonogiri ini,” jelas Kurnia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.