17 April 2014

Orangtua Suka Jajan, Anak Tertular HIV

Samarinda, aidsindonesia.com (22/3/2014) - Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Samarinda melansir data baru. Dalam kurun sembilan tahun (2005-2013), sebanyak 50 anak di Samarinda terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV). Ironisnya, virus itu diakibatkan perilaku seks menyimpang orang tuanya.

Pejabat pengelola KPA Samarinda, Basuki ketika ditemui beberapa hari lalu mengatakan, temuan tersebut berdasarkan penyisiran di beberapa rumah sakit. Salah satunya di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS).  Ia tidak memungkiri, angka tersebut bisa saja bertambah  jika orangtua maupun anak yang disebut  ODHA (orang dengan HIV/AIDS) terbuka dan melaporkannya ke KPA. 

“Stigma di masyarakat tentang HIV-AIDS masih membuat penderita penyakit ini takut ketahuan. Orang dengan HIV-AIDS malu dan takut dikucilkan di lingkungan masyarakat. Padahal, penularan HIV-AIDS tidak seperti penyakit lain,” beber Basuki.  

Menurut dia, anak-anak itu tertular HIV akibat ulah seks orangtua yang menyimpang. “Salah satunya adalah perilaku ayah yang gemar melakukan hubungan seks dengan pasangan lain. Gonta-ganti pasangan itu rawan terkena HIV/AIDS,” ucapnya. Hal tersebut diperparah orangtua yang tidak pernah konsultasi ke rumah sakit. “Jadi susah dideteksi awalnya. Kasihan anak-anak yang menjadi korban,” imbuhnya. 

Perempuan yang hamil dengan HIV-AIDS, menurut Basuki, jelas berpotensi 60 persen menularkan penyakit kepada bayinya. Peluang besar tersebut bisa saja diminimalisasi, dengan catatan ibu tersebut rutin mengonsumsi antiretroviral (arv). “Obat arv tidak membunuh virus itu. 

Namun, dapat melambatkan pertumbuhan virus. Waktu pertumbuhan virus dilambatkan, begitu juga penyakit HIV,” bebernya. Cara lain yang bisa mencegah adalah melahirkan dengan cara caesar. “Sangat memprihatinkan, anak-anak ini harus terkena penyakit mematikan. Mereka harus menanggung beban akibat ulah orangtuanya. Bahkan, di antaranya sudah menjadi yatim dan tinggal sama neneknya. Karena orangtuanya telah meninggal duluan akibat HIV,” ujarnya. (*/riz/kri/k8/kaltimpost.com).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.