24 April 2014

Menkes Prihatin Angka HIV/AIDS Tinggi Pada Ibu Rumah Tangga

Jakarta, aidsindonesia.com (25/4/2014) - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi Prihatin atas makin meluasnya angka kasus Hiv/Aids yang masuk dalam lingkungan keluarga.  Keprihatinan Menkes disampaikan pada Press Conference terkait HIV/AIDS pada Wanita, terkait peringatan hari Kartini  yang diadakan di Jakarta, Kamis (24/04/2014)   

Jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS yang ada di Indonesia, paling banyak terjadi pada ibu rumah tangga. Hal ini tentu sangat merisaukan, mengingat peningkatan infeksi baru HIV pada ibu akan berdampak pada meningkatnya jumlah infeksi HIV pada bayi.
  

“ Besarnya angka ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS tersebut  merupakan bentuk dari penularan HIV/AIDS yang diberikan oleh pasangannya. Fakta ini sangat mengejutkan  dimana prevalensi HIV/AIDS pada lelaki berisiko tinggi yang suka memakai jasa penjaja seks, meningkat, dan Akibatnya lelaki yang terkena HIV/AIDS itu bisa menularkan kepada istrinya,” jelas menkes.Data 2012 menyebutkan telah terjadi peningkatan kasus 7 kali lipat dari 0,1 persen pada 2007 menjadi 0,7 persen pada 2012. Hal sebaliknya justru ditunjukkan pada populasi pengguna alat suntik (penasun) yang cenderung menurun 19,1 persen, wanita penjaja seks (WPS) tak langsung juga  menurun 22,5 persen.Peningkatan laki-laki yang beresiko tinggi dalam hal seks membuat jumlah ibu rumah tangga dan anak yang terkena HIV/AIDS juga meningkat. Hingga 2013, tren jumlah penderita AIDS pada ibu rumah tangga mencapai 865 orang,/ HIV/AIDS pada anak usia 0-4 tahun 759 (HIV) dan 154 (AIDS). Kemenkes telah melakukan program pencegahan penularan ibu dan anak (PPIA) dengan melibatkan 236 puskesmas di 93 kabupaten/kota.

"Jadi tolong, jangan malas menggunakan kondom. Buat para pria yang suka melakukan hubungan seks, tolonglah bertanggung jawab untuk tidak menularkan HIV/AIDS kepada pasangan kalian. Karena jika wanita terinfeksi HIV, maka akan berisiko menularkan HIV pada bayi," pungkas Menkes Nafsiah Mboi. (BCS/WDA/Yus/rri.co.id)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.