25 April 2014

Manggarai Timur : Sudah 18 orang menderita HIV/AIDS

Manggarai Timur, NTT, aidsindonesia.com (25/4-2014) - Ancaman penularan virus  HIV terhadap bayi dan  ibu hamil kian meningkat seiring pertambahan jumlah laki-laki berisiko tinggi yang membeli jasa seks, penyuka sesama jenis, dan pengguna narkoba suntik di sejumlah daerah.
Untuk menghindari adanya penularan penyakit membutuhkan manusia yang sehat, harus harmonis dengan sesama manusia, selaras dengan alam dan sang pemberi kehidupan yakni Tuhan.
Wakil Bupati Matim Agas Andreas, dalam kegiatan Sosialisasi Bagi Tenaga Kerja, Penyalagunan Narkoba dan Penyakit Ikutan Lainnya Termasuk HIV/AIDS Tingkat Kabupaten Manggarai Timurdi Aula Kevikepan Borong, Kamis (24/4), menuturkan bahwa manusia sehat berati manusia berkreasi, inofatif dan produktif. Sakit itu mahal, sehat itu murah.
Dia  juga mengajak peserta dan masyarakat agar mencegah dari pada mengobati dari penyakit Narkoba dan penyakit HIV/AIDS. Pemerintah bersama pihak terkait terus membekali dan mengingatkan remaja dengan pengetahuan tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS.
Agas mengungkapkan semakin ramai transportasi laut, darat dan udara maka pasti akan terjadi banyak tempat prostitusi dan penyebaran penyakit HIV/AIDS akan bertambah.
Secara terpisah Kepala Kantor Narkoba Manggarai Timur Dasar Isidorus mengunkapkan rentan waktu 2008- 2014 telah 18 orang terkena HIV/AIDS,  sementara untuk Narkoba belum ditemukan. Orang yang terkena HIV/AIDS, lanjutnya, tidak hanya orang Matim, tetapi juga warga yang tidak menetap. (Satria/http://moral-politik.com/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.