13 April 2014

Kabupaten Belu Penyumbang Terbesar Virus HIV/AIDS di NTT

Atambua, NTT, aidsindonesia.com (12/4/2014) - Seluruh staf dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu, NTT, diharapkan mampu mencegah penyebaran virus HIV/AIDS.  Mengingat wilayah Kabupaten Belu, merupakan salah satu wilayah dalam Provinsi NTT yang memiliki penderita virus tertinggi.

"Di wilayah Belu, penderita virus itu sangat banyak. Karena itu kita akan mencegah penyebarannya, sehingga penyakit yang mematikan tersebut bisa dapat berkurang di kalangan masyarakat," ungkap Kepala PMI Kabupaten Belu, Bona Bowe, di sela-sela kegiatan pelatihan pendidikan sebaya HIV/AIDS bagi staf dan relawan PMI di Hotel Paradiso, Atambua (12/4/2014).

Bona menuturkan, kegiatan tersebut diselengarakan PMI Belu kerjasama PMI porvinsi, pusat dan didukung pendonor dari ARC, yang akan berlangsung selama lima hari. "Pelatihan di Belu ini, berdasarkan kondisi penyebaran virus, dan PMI melakukan koordinasi dengan ARC untuk selenggarakan pelatihan bagi staf dan relawan," kata dia.

Sekertaris PMI Provinsi NTT, Anwar Samana menjelaskan, kegiatan ini program tugas PMI pusat yang sesuai dengan undang-undang, salah satunya dipercayakan untuk menangani prabencana seperti penanganan HIV.

"Kita sudah melalui survei tentang HIV di NTT, khusunya di wilayah Belu yang tertinggi dengan penyebab yang bermacam-macam," ujar dia.

Kegiatan ini, kata Anwar, diprioritaskan  untuk pencegahan penyebaran HIV, karena itu kita libatkan relawan PMI dan dibekali dengan ilmu teknis mental. Kita juga menerapkan sosialisasi terhadap masyarakat akan bahayanya virus HIV itu.


"Sasaran kita akan fokus ke anak dan ibu di Posyandu dan itu sesuai dengan informasi dari dinas kesehatan," papar dia. (Kok/beritanda.com/ds)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.