19 April 2014

Deteksi Dini HIV/AIDS di Yogyakarta Rendah

Yogyakarta, aidsindonesia.com (19/4/2014) - Pemeriksaan untuk mengetahui penularan atau infeksi HIV/AIDS oleh masyarakat dinilai masih rendah. Padahal, pemeriksaan tersebut merupakan bentuk deteksi dini agar penanganan lanjutan lebih mudah.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Yogyakarta, Kaswanto, deteksi dini saat ini hanya terjadi pada kawasan tertentu yang memiliki risiko penularan tinggi. "Padahal masyarakat yang tidak memiliki aktivitas menyimpang pun bisa ikut menjadi korban," terangnya, Jumat.

Karena itu, Kaswanto mengimbau masyarakat agar aktif memeriksakan kesehatannya. Terutama bagi yang pernah mengalami perilaku menyimpang seperti hubungan seks berisiko. Hal ini sebagai upaya mencegah penularan HIV/AIDS secara massif.
Berdasar data yang tercatat oleh KPA Kota Yogyakarta, total penderita AIDS saat ini mencapai 677 orang. Didominasi oleh kaum laki-laki sebanyak 60 persen. Dari penderita tersebut, hampir separuhnya atau 256 orang merupakan usia produktif.

Kaswanto menambahkan, penderita dari usia produktif itu justru banyak yang sudah terinfeksi sejak 4 hingga 5 tahun sebelumnya. Sehingga, jika sejak mulai terinfeksi sudah terdeteksi, imbuhnya, penanganan akan lebih mudah. "Biasanya itu kalau sudah dinyatakan positif baru rutin melakukan pemeriksaan," tandasnya. (R-9KR Yogya).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.