05 April 2014

Cewek Kelas 1 SMK Ngeseks dengan 8 Cowok, Khawatir Tertular HIV

Tanya Jawab AIDS No 3/April 2014

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya:  Saya, cewek, umur 15 tahun, kelas 1 SMK. Dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini saya sudah ngeseks berganti-ganti dengan delapan laki-laki. Empat di antara mereka masih perjaka ketika ngeseks dengan saya. Tapi saya jarang melakukannya. Aku takut sekali karena saya ngeseks sebelum mengetahui HIV/AIDS. Dengan pasangan yang terakhir kami pacaran dan dia janji akan menikahi saya setelah lulus sekolah. (1) Apakah saya sudah tertular HIV? (2) Apakah pasangan saya yang sekarang juga harus tes HIV? (3) Kalau sudah menikah apakah ada risiko tertular HIV kalau kami ngeseks? (4) Siapa dan bagaimana, sih, hubungan seks yang bisa kena HIV? (5) Saya takut tes karena takut hasilnya positif. (6) Apakah HIV/AIDS bisa sembuh? (7) Saya sering makan pisang katanya bisa mencegah HIV/AIDS. Apakah ini benar?

“XY”, Kota “S” di Jatim via SMS (27/1-2014)

Jawab: (1) Tentu saja tidak bisa dibuktikan bahwa seorang laki-laki masih perjaka. Tidak ada tanda fisik yang menandakan seorang laki-laki masih perjaka atau tidak. Berbeda dengan cewek yang bisa diketahui melalui pemerikaan oleh dokter ahli. Maka, tidak bisa dipastikan apakah mereka belum pernah atau sudah pernah ngeseks sebelum melakukan hal yang sama denganmu. Nah, yang empat lagi kan tidak perjaka. Artinya, mereka sudah pernah melakukan hubungan seksual dengan pasangan lain, bisa pacar, pekerja seks komersial (PSK), atau waria. Itu artinya laki-laki yang melakukan hubungan seksual denganmu perilaku mereka berisiko tertular HIV. Kalau ada di antara delapan laki-laki itu yang mengidap HIV/AIDS maka ada risiko penularan HIV terhadap dirimu. Untuk mengetahui apakah sudah tertular HIV atau belum hanya bisa diketahui melalui tes HIV di tempat-tempat yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah.

(2) Ya, apalagi kalian sepakat akan menikah setelah lulus maka lebih baik tes HIV sekarang agar bisa diambil langkah ke depan kalua hasilnya negatif atau positif. Tapi, ingat jika hasil tes HIV negatif, maka pacarmu itu pun tidak boleh ngeseks dengan perempuan lain agar tidak ada lagi risiko penularan HIV.

(3) Kalau salah satu atau kalian berdua mengidap HIV, maka ada risiko penularan HIV melalui hubungan seksual setelah kalian menikah. Penularan HIV melalui hubungan seksual bukan karena sifat hubungan seksual (di dalam dan di luar nikah), tapi karena kondisi hubungan seksual (salah satu atau dua-dunya mengidap HIV/AIDS dan laki-laki atau suami tidak memakai kondom setiap kali sanggama). Melalui konseling ada cara-cara yang dianjurkan agar tidak terjadi penularan HIV kalau salah satu atau kedua-dua pasangan mengidap HIV/AIDS.

(4) Hubungan seksual, di dalam dan di luar nikah, yang bisa menularkan HIV adalah jika salah satu dari pasangan tsb. mengidap HIV/AIDS dan laki-laki atau suami tidak memakai kondom setiap kali melakukan hubungan seksual.

(5) Apapun hasil tes HIV sangat berguna karena bisa menjadi awal langkah baru ke depan. Maka, yang paling baik adalah segera melakukan tes HIV agar bisa diketahui apakah sudah tertular HIV atau belum.

(6) Ada penyakit yang ada obatnya tapi tidak bisa sembuh yaitu diabetes dan darah tinggi. HIV/AIDS pun ada obatnya tapi tidak bisa disembuhkan.  Yang bisa dilakukan pengidap HIV/AIDS adalah meminum obat agar kondisi tubuh tetap sehat dan mencegah penyakit lain masuk ke dalam tubuh. Sedangkan virus (HIV) tetap ada di dalam tubuh seumur hidup.

(7) Tidak ada kaitan antara makan pisang dengan pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS. Itu hanya mitos (anggapan yang salah). Belum ada satu pun jenis virus, seperti virus flu dan virus hepatitis B, yang bisa diobati. Maka, langkah yang tepat adalah konsultasi dan berobat ke dokter.

Silakan ke Klinik VCT di rumah sakit umum daerah di daerahmu. Kalau takut dikenal orang silakan pakai pakaian yang bisa menyamarkan dirimu dan pakai nama palsu. Jika ada kesulitan, silakan kontak kami. ***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.