16 April 2014

Cegah HIV/AIDS, Gubernur Bali Imbau Warga Jauhi Kafe Remang-remang

Denpasar, aidsindoneia.com (11/4/2014) - Salah satu program dari Pemprov Bali di tahun 2013 yang dianggap belum maksimal adalah upaya penanggulangan penularan HIV/AIDS. Salah satu faktor penyebab cepatnya penyebaran penyakit HIV/AIDS di Bali adalah banyaknya kafe-kafe liar atau kafe remang-remang yang beroperasi sampai ke pelosok-pelosok desa.

Untuk itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau masyarakat luas untuk menjauhi kafe remang-remang.

Hal itu disampaikan Pastika saat diwawancarai awak media seusai memberikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun anggaran 2013 di depan sidang paripurna DPRD provinsi Bali Jumat (11/4/2014).

“Sepertinya penyebab penyebaran HIV/AIDS di Bali, bukan hanya pariwisata tetapi banyaknya kafe-kafe liar, makanya saya imbau kesadaran masyarakat untuk hati-hati hindari kafe-kafe tersebut” tegas Pastika.

Pastika memaparkan lebih dari 20 persen pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di Bali, sudah terinfeksi HIV/AIDS dan jumlah ini yang baru diketahui. akan tetapi dari jumlahnya biasanya lebih besar.

Pastika meminta masayarakat juga tidak mengunjungi tempat-tempat yang ditenggarai sebagai tempat beroperasi para PSK seperti, Padang Galak, Jalan Danau Poso Sanur, jalan danau Tempe,  Blanjong, Gunung Lawu Nusa Dua, Terminal Pesiapan, Bungkulan Singaraja.

Gubernur juga sangat berharap dengan berkurangnya pelanggan, diharapkan suatu hari tempat tersebut bisa menjadi bersih.


“Sesuai hukum pasar, dengan berkurangnya permintaan makan penawaranpun akan berkurang” ungkap Pastika.(*/CITIZEN JOURNALISM/HUMAS PEMERINTAH PROVINSI BALI/tribunNews.com).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.