10 April 2014

33 Ibu Rumah Tangga di Kota Bekasi, Jabar, Terinfeksi HIV/AIDS

Kota Bekasi, aidsindonesia.com (23/3/2014) – Sebuah fakta mengejutkan ditemukan Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Sebanyak 33 orang ibu rumah tangga mengidap HIV/AIDS.

Hal itu diungkapkan oleh Kasie Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr. Reni Amalia.

Dia mengungkapkan, di tahun 2013 saja jumlah penderita HIV (Human Immuno Deficiency Virus) sebanyak 401 orang, dan 121 orang di antaranya sudah positif terjangkit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

’’Temuan itu cukup mengejutkan bagi kami karena penularan HIV/AIDS biasanya kan lebih banyak pengguna Narkoba dan pelaku seks berisiko,” katanya.

Setelah dilakukan investigasi, Dinkes mengetahui bahwa penularan yang terjadi kepada ibu rumah tangga adalah berasal dari suaminya sendiri. Dimana seorang suami yang memiliki perilaku seks berlebihan biasanya melakukan hubungan seks berisiko ketika berada di luar kota.

Dengan demikian, sesampainya di rumah, suami yang sudah tertular HIV tersebut menularkan penyakitnya melalui hubungan intim kepada istrinya.

’’Ibu rumah tangga yang tertular itu awalnya memeriksakan kesehatan karena curiga kena keputihan tetapi setelah dicek lebih lanjut ternyata itu HIV,” ungkap Reni.

Melihat ditemukannya kasus penularan baru penyakit berbahaya itu, Dinas Kesehatan berupaya melakukan langkah penyelamatan pada ibu rumah tangga. Terlebih lagi dari kasus ibu rumah tangga yang tertular HIV beberapa orang di antaranya tengah mengandung.

Ibu hamil yang diketahui sudah tertular HIV, lanjut Reni, mereka akan diberikan obat pencegahan untuk memutus rantai penularan dari ibunya. Kemudian langkah yang dilakukan selanjutnya adalah proses kelahiran bayi yang dilakukan secara caesar dan tidak disusui oleh ibu kandungnya.

’’Masih bisa dilakukan upaya penyelamatan, khususnya untuk si bayi,” paparnya.

Dia menambahkan, total penderita HIV/AIDS di Kota Bekasi sejak 2004 hingga 2014 ini tercatat ada 2.767 kasus HIV, dan 902 kasus di antaranya sudah positif terjangkit AIDS.

Pemeriksaan secara gratis oleh masyarakat dapat dilakukan di setiap puskesmas, sementara untuk pengobatan lebih intensif baru disediakan di RSUD Kota Bekasi, RS. Ananda, dan RS. Elisabeth.

Sementara itu Humas LSM yang aktif dalam penanggulangan HIV/AIDS, Lembaga Kasih Indonesia (LKI), Basuki Setiawan, mengungkapkan, dari tahun ke tahun di Kota Bekasi memang banyak ditemui kasus baru penularan HIV/AIDS.

Akan tetapi dengan banyaknya temuan kasus tersebut bukan berarti mengungkap kebobrokan masyarakat, tetapi justru menunjukkan kesadaran masyarakat yang mau melaporkan untuk diperiksa.

’’Dengan begitu berarti kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan cukup meningkat, sekarang bagaimana kita bersama-sama melakukan penanggulangan itu,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum tahun 2008, jumlah penderita HIV/AIDS lebih didominasi oleh para pengguna Narkoba jarum suntik (penasun), tetapi ke belakangan ini dominasi penularan penyakit berbahaya itu kembali ke era tahun 90-an. Yaitu penularan penyakit HIV/AIDS sebagian besar adalah dari para pelaku seks berisiko. (mas/jpnn.com).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.