14 April 2014

20 Persen PSK di Bali Mengidap HIV dan AIDS

Denpasar, aidsindonesia.com (12/4/2014) - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengatakan permasalahan HIV&AIDS di Bali tidak bisa semata-mata dikaitkan karena Pulau Dewata merupakan daerah pariwisata. Namun, penanganannya diperlukan juga kesadaran dari masyarakat karena sebenarnya semua sudah tahu penularan HIV&AIDS lewat kontak seksual sehingga 'jajan seks' sebaiknya dihindari.
Berdasarkan data yang diterima pihaknya, lebih dari 20 persen pekerja seks komersial (PSK) di Bali sudah mengidap HIV&AIDS. "Itu yang ketahuan. Tetapi, hal seperti ini yang tidak ketahuan tentu tinggi," kata Made Mangku Pastika.
Pastika menilai cara efektif untuk mengatasi penyebaran HIV&AIDS akibat keberadaan tempat terduga lokalisasi dan kafe remang-remang adalah mempersulit operasinya, penolakan masyarakat dan konsumen juga menahan diri.
"Jika tidak ada yang membeli, tentu tidak ada yang mau jualan. Hukum pasar makin banyak konsumennya, maka makin banyak yang jualan," katanya.
Di sisi lain, Pemprov Bali juga telah mengupayakan berbagai langkah antisipasi yakni meningkatkan sosialisasi secara berkelanjutan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan kerja sama dengan berbagai LSM peduli AIDS. (haluanriaupos.com/ds).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.