31 Maret 2014

Pria Homoseks Khawatir Tertular HIV Setelah Melakukan Seks Anal

Tanya Jawab AIDS No 1/April 2014

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya seorang pria homoseks. Saya dua kali dianal (seks anal yaitu penis masuk melalui anus) oleh orang yang berbeda. Saya menolak tapi karena dipaksa saya bingung dan akhirnya bersedia melakukan itu. Selama dua kali saya berhubungan saya tidak pernah ejakulasi, bahkan saya tidak menikmati seks itu.

Pada seks anal pertama t
eman saya memakai kondom ketika ejakulasi, tapi sebelumnya dia tidak memakai kondom. Dengan bodohnya saya menggunakan kondom yang tertinggal di kamar saya.

Seks anal kedua, tidak memakai kondom. Teman saya itu sebelumnya sudah pernah melakukan seks anal dengan orang lain.

Setelah saya melakukan dengan seks anal dengan laki-laki yang pertama, uluh hati saya terasa sakit, badan saya nyeri, dan tulang sakit sampai sekarang. Itu yang saya rasakan sejak seks anal pertama. Beberapa minggu kemudian, saya diare. Saya heran  ketika makan sambel saja saya diare. Padahal sebelum itu saya makan sambel sebanyak apapun saya tidak diare. Masalah pencernaan ini sebetulnya bukan diare, tapi buang air besar "lembek" ini sudah dua bulan masalah pencernaan ini. Ketika diare saya sempat sariawan di bibir dan di balik di balik pipi dalam selama kurang lebih satu minggu.

Saya khawatir. Saya benar-benar takut. Saya sering mengalami nyeri tulang. Ataukah karena keseharian saya yang banyak tidur, kurang olahraga, makan tidak teratur, mandi malam.

(1) Apa yang harus saya lakukan? Terakhir saya melakukan itu seks anal Desember tanun lalu dan pertengahan Januari tahun ini.

(2) Apakah di rumah sakit ada petunjuk arah ke Klinik VCT?

(3) Berapa biaya tes HIV?

Saya berharap, yang saya alami bukan gejala HIV/AIDS. Setelah tes saya akan melakukan hipnoterapi. Saya merasa pikiran saya yang menyukai sesama jenis, tapi alam bawah sadar saya menyukai wanita. Tolong, saya takut. Saya tidak ingin mengecewakan kedua  orang tua saya. Saya menyesal.

Mr “X” via e-mail

Jawab: Seks anal yang tidak memakai kondom merupakan salah satu bentuk perilaku yang berisikok tinggi tertular HIV/AIDS karena gesekan penis ke dinding anus menimbulkan luka yang bisa menjadi pintu masuk HIV.

Pada hubungan seks anal pertama pasangan Anda tidak memakai kondom sebelum ejakulasi. Itu artinya sudah terjadi gesekan. Jika pasangan Anda itu mengidap HIV/AIDS maka ada risiko Anda tertular HIV. Yang menjadi persoalan besar adalah tidak bisa diketahui apakah seseorang mengidap HIV/AIDS atau tidak dari fisknya.

Sedangkan pada hubungan seks anal kedua pasangan Anda tidak memakai kondom. Itu artinya sepanjang hubungan seksual ada risiko penularan HIV. Jika pasangan Anda itu mengidap HIV/AIDS maka Anda berisiko tertular HIV.

Terkait dengan gejala-gejala yang Anda alami setelah seks anal tidak hanya terkait dengan infeksi HIV/AIDS karena tidak ada gejala HIV/AIDS yang khas.

(1) Karena Anda sudah melakukan perilaku berisko akan lebih baik Anda tes HIV agar tidak was-was. Memang, risikonya rendah tapi karena dilakukan dengan dua laki-laki yang berbeda dan mereka juga pernah melakukan hal yang sama dengan laki-laki lain itu artinya perilaku seks mereka berisiko tertular HIV. Tes HIV akan akurat jika dilakukan minimal tiga bulan setelah seks anal terakhir, dengan catatan Anda tidak melakan seks anal atau seks vaginal setelah seks anal terakhir.

(2) dan (3) Ada rumah sakit yang mempunyai penunjuk arah ke Klinik VCT, tapi ada juga yang tidak ada penunjuk arah. Silakan ke Klinik VCT di rumah sakit umum di daerah Anda. Tanya ke bagian informasi tentang biaya tes HIV.


- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.