09 November 2013

Tiap Hari Satu Kasus HIV/AIDS Dilaporkan di Jember, Jatim



Tanggapan Berita (10 November 2013) – "Kalau sudah pernah jajan di luar, lalu berhubungan dengan istrinya di rumah, maka risiko seorang istri tertular sangat besar." Ini pernyataan Kepala Humas RSD Subandi Jember, Jatim, Justina Evy Tyaswati dalam berita “Setiap Hari, Satu Orang Lapor Positif HIV/ AIDS ke RS Jember” (kompas.com, 9/11-2013).

Pernyataan Evy inilah salah satu faktor yang menyuburkan mitos (anggapan yang salah) tentang cara-cara penularan HIV.

Penularan HIV melalui hubungan seksual bukan karena sifat hubungan seksual, dalam kaitan pernyataan Evy adalah jajan, tapi karena kondisi (saat terjadi) hubungan seksual yaitu salah satu mengidap HIV/AIDS dan laki-laki tidak memakai kondom.

Laki-laki yang disebut Evy yaitu ”pernah jajan di luar” adalah laki-laki yang perilakunya berisiko. Bisa saja laki-laki tertular HIV dari pasangan sah jika ada di antara istri atau pasangannya yang mengidap HIV/AIDS. Risiko tertular HIV/AIDS kian besar kalau di antara pasangan atau istri ada yang sudah pernah menikah. Soalnya, tidak bisa diketahui perilaku suami atau pasangan mereka sebelumnya.

Di bagian lain Evy mengatakan: "Saya saja merasa ngeri dengan kondisi tersebut. Sangat mengkawatirkan."

Yang mengerikan bukan kasus yang terdeteksi, tapi program penanggulangan yang tidak ada. Artinya, pemerintah, dalam hal ini di Jember, tidak menjalankan program yang konkret untuk mencegah insiden infeksi HIV baru pada laki-laki yang jajan di luar.

Kondisinya kian mengerikan karena laki-laki yang tertular HIV ketika jajan di luar tidak menyadari dirinya tertular HIV sehingga dia pun menularkan HIV ke pasangannya, al. istri. Jika istrinya tertular, maka ada pula risiko penularan kepada bayi yang dikandungnya kelak.

Menurut Evy dalam satu bulan bisa menemukan 30-50 orang positif terinfeksi HIV/AIDS. Sejak Klicik VCT Rumah Sakit Daerah (RSD) Subadi Jember dibuka tahun 2006 jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Jember mencapai 1.095.

Kasus HIV/AIDS yang terdeteksi tiap bulan tidak menggambarkan kasus yang sebenarnya di masyarakat karena penyebaran HIV/AIDS erat kaitannya dengan fenomena gunung es. Kasus yang terdeteksi digambarkan sebagai puncak gunung es yang muncul ke atas permukaan air laut sedangkan kasus yang tidak terdeteksi digambarkan sebagai bongkahan gunung es di bawah permukaan air laut.

Seorang laki-laki dewasa yang terdeteksi HIV/AIDS dia sudah menularkan HIV ke istrinya. Bisa juga ke perempuan lain jika istrinya lebih dari satu.

Kalau yang terdeteksi HIV/AIDS seorang pekerja seks komersial (PSK), maka sudah puluhan bahkan ratusan laki-laki yang berisiko tertular HIV yaitu laki-laki yang melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan PSK. Jika setiap malam seorang PSK meladeni tiga laki-laki, maka sebelum PSK itu tes HIV itu artinya minimal tiga bulan, ada 180 (1 PSK x 3 laki-laki/malam x 20 hari/bulan x 3 bulan). Kalau PSK itu terdeteksi HIV di masa AIDS itu artinya dia tertular antara 5-15 tahun sebelum tes. Maka, ribuan laki-laki sudah berisiko terular HIV/AIDS.

Penemuan kasus-kasus baru itu menjadi bukti bahwa insiden infeksi HIV terus terjadi, al. melalui ’jajan di luar’ yaitu hubungan seksual dengan PSK langsung yaitu PSK yang mangkal di tempat pelacuran, di jalanan atau panggilan, serta PSK tidak langsung yaitu perempuan yang tidak mangkal di tempat pelacuran, tapi melakukan kegiatan seperti pelacur yaitu melayani hubungan seksual dengan laki-laki yang berganti-ganti. Mereka itu adalah cewek kafe, cewek disko, cewek pub, cewek pemijat, pelajar, mahasiswi, ABG, ibu-ibu, dll.

Jika pemerintah Jember tidak menjalankan program penanggulangan yang konkret, maka insiden infeksi HIV baru akan terus terjadi sehingga penyebaran HIV di masyarakat menjadi ’bom waktu’ yang kelak akan sampai pada ’ledakan AIDS’.***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.