18 November 2013

Takut Kana AIDS karena ML dengan Mantan Pacar Pengidap HIV/AIDS



Tanya Jawab AIDS No 4/November 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya pernah ML (hubungan seksual-pen) dengan mantan pacar saya dengan memakai kondom. Di tengah-tengah ML kondom saya lepas dan ketika hendak ejakulasi kondom saya pasang lagi. Tiga minggu kemudian kaki pegal-pegal, ruam, gatal-gatal, jerawat di punggung dan demam. Setelah lima minggu perut saya keroncongan, BAB tidak lancar, lidah putih, sariawan. Kalau kulit tergores memerah dan tidak hilang-hilang. (1) Apakah ini gejala saya sudah tertular HIV? Kami sudah pacaran satu tahun tapi jarang berhubungan karena tinggal di kota yang berbeda. Karena ada gejala-gejala itu saya cari tahu ternyata mantan pacar saya itu pengidap HIV/AIDS. (2) Saya mau tes HIV, tapi tolong diberitahu tempatnya karena di beberapa rumak sakit di kota saya pasti ada yang kenal saya.

Via SMS (9/11-2013) di Kota ”C” Jabar

Jawab: (1) Risiko tertular HIV melalui hubungan seksual bekan karena ejakulasi (air mani keluar) di dalam vagina, tapi karena al. (a) HIV masuk ke penis dari cairan vagina yang mengandung HIV, dan (b) luka-luka mikroskopis pada penis dan mulut vagina karena terjadi gesekan. Nah, cara yang Anda lakukan jelas berisiko tertular HIV apalagi ternyata mantan pacar Anda mengidap HIV/AIDS.

Risiko tertular HIV melalui hubungan seksual tidak bisa diketahui secara pasti pada hitungan detik, menit atau jam.

Memang, risiko tertular HIV melalui hubungan seksual dengan pengidap HIV/AIDS tanpa kondom di dalam dan di luar nikah adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seks ada 1 kali risiko terjadi penularan HIV dari yang mengidap ke yang tidak mengidap.

Persoalannya adalah tidak bisa diketahui secara pasti pada hubungan seksual ke berapa terjadi penularan HIV. Bisa yang pertama, kedua, kelima, ketujuh belas, ketujuh puluh lima, dst.

Itu artinya setiap hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan pengidap HIV/AIDS ada risiko penularan HIV.

Gejala-gejala yang Anda sebutkan terakit dengan infeksi HIV/AIDS apalagi ternyata mantan pacar Anda mengidap HIV/AIDS.

(2) Ya, langkah terpuji adalah Anda segera melakukan tes HIV. Persoalan adalah Anda tidak mau tes di beberapa rumah sakit dan puskesmas di kota Anda karena takut dikenali orang-orang di rumah sakit dan puskesmas.

Langkah yang bisa Anda lakukan adalah menyamar yaitu memakai nama samaran dan memakai pakaian, rambut, dll. yang menutupi identitas Anda. Cara lain ya silakan tes HIV ke kota lain yang terdeteksi dengan kota Anda.

Sebaiknya tes HIV jangan ditunda-tunda lagi agar bisa diketahui apakah Anda sudah tertular HIV atau belum. Yang perlu diingat tes akurat jika dilakukan tiga bulan setelah ML. Tapi, biar pun belum tiga bulan lebih baik Anda segera ke klinik VCT (tempat tes HIV dengan konseling dan kerahasiaan) di rumah sakit umum atau puskesmas.***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.