21 November 2013

PSK Idap AIDS Diisolasi di Musi Banyuasin, Sumsel



Tanggapan Berita (22 November 2013) – Para PSK yang terjaring penertiban akan dilakukan pemeriksaan kesehatannya untuk mendeteksi kemungkinan mengidap virus HIV&AIDS. Sehingga jika diketahui terjangkit virus tersebut, yang bersangkutan diisolasi sehingga tidak terus menularkan penyakit mengerikan itu.

Pernyaaan di atas ada dalam berita “Perketat Penyebaran HIV, PSK di Banyuasin Ditertibkan” di seruu.com (19/11-2013). Berita ini dari Kab Musi Banyuasin di Sumatera Selatan.

Ada beberapa hal yang luput dari perhatian wartawan yang menulis berita ini, al.:

Pertama, mengisolasi seseorang yang mengidap penyakit yang bukan wabah (penyakit yang mudah dan cepat menular secara massal) adalah perbuatan melawan hukum dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).

Kedua, biar pun PSK yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS diisolasi penyebaran HIV/AIDS akan terus terjadi secara horizontal di masyarakat, al. melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah yaitu dengan penyebar (mata rantai) laki-laki yang menularkan HIV ke PSK dan laki-laki yang tertular HIV dari PSK.

Ketiga, HIV/AIDS bukan penyakit yang mengerikan karena belum ada kasus kematian dalam rentang waktu yang singkat sejak seseorang tertular HIV. Kematian pada orang yang mengidap HIV/AIDS terjadi pada masa AIDS yang secara statistik terjadi setelah tertular  HIV antara 5-15 tahun. Kematian juga bukan karena HIV/AIDS tapi karena penyakit lain, disebut infeksi oportunistik, seperti diare, TBC, dll.

Tiga hal di atas luput dari perhatian wartawan yang menulis berita ini sehingga berita ini sama sekali tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Disebutkan pula bahwa Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Musi Banyuasin, Sumsel, terus memperketat penyebaran virus HIV&AIDS di daerah tersebut yang penderitanya mulai terdeteksi cukup banyak.

Caranya?

Dengan mengisolasi PSK yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS.

Maka, tidaklah mengherankan kalau kelak kasus HIV/AIDS akan terus terdeteksi di Muba karena mata rantai penyebaran tidak ditangani yaitu laki-laki yang mengidap HIV/AIDS.

Ada lagi pernyataan yang menyebutkan bahwa operasi penertiban bersama antara anggota Satpol PP dan KPA Daerah Muba diharapkan bisa mendeteksi PSK terinveksi virus HIV&AIDS sehingga tidak menyebar luas.

PSK pengidap HIV/AIDS diisolasi, tapi laki-laki pengidap HIV/AIDS terus menyebarkan HIV/AIDS di masyarakat.

Dikatakanbahwa penertiban PSK perlu diintensifkan karena dalam setahun terakhir ditemukan delapan warga Muba terjangkit penyakit HIV&AIDS.

Pertanyaan: Apakah delapan warga itu tertular HIV/AIDS dari PSK?

Bisa saja terjadi justru ada di antara yang delapan itu yang menularkan HIV/AIDS ke PSK.

Menurut Kabag Humas Setda Musi Banyuasin, Dicky Meiriando, penyakit HIV&AIDS salah satu penyebab utamanya ditularkan dari hubungan seks bebas.

Dicky sudah menyebarkan mitos (anggapan yang salah) karena kalau ‘seks bebas’ di artikan zina, maka tidak ada kaitan langsung antara zina dan penularan HIV/AIDS. Penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual bisa terjadi jika salah satu dari pasangan tsb. mengidap HIV/AIDS dan laki-laki tidak memakai kondom setiap sanggama (kondisi hubungan seksual) bukan karena zina, melacur, dll. (sifat hubugan seksual).

Lagi pula kalau benar zina yang menyebabkan penularan HIV/AIDS, maka semua orang yang pernah berzina adalah pengidap HIV/AIDS.

Disebutkan lagi oleh Dicky bahwa PSK yang berpotensi menyebarkan virus penyakit itu perlu ditertibkan dan dilakukan pembinaan agar tidak melakukan pekerjaannya yang dapat memperluas penyebaran penyakit itu.

Lagi-lagi Dicky tidak memahami epidemi HIV/AIDS secara akurat. Yang menyebarkan HIV/AIDS bukan PSK, tapi laki-laki yang menularkan HIV/AIDS ke PSK dan laki-laki yang tertular HIV/AIDS dari PSK.

Jika Pemkab Muba dan KPA Muba tidak mengubah paradigma berpikir tentang penyebaran HIV/AIDS, maka penyebaran HIV/AIDS akan terus terjadi yang kelak bermuara pada ‘ledakan AIDS’.***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.