26 November 2013

Cewek Takut AIDS karena Dimasturbasi Cewek Pemijat


Tanya Jawab AIDS No  5/November 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya karyawati berumur 28 tahun. Belum menikah. Beberapa hari yl. saya dipijat oleh terapis cewek yang saya pesan dari sebuah panti pijat. Pemijat itu memijat saya di kos. Organ intim saya dimasturbasi oleh cewek terapis itu dengan tangan sampai saya orgasme. Saya takut tertular HIV. (1) Apakah ada risiko saya tertular HIV? (2) Apakah saya harus tes HIV tiga bulan yang akan datang? Terima kasih atas kesediaan memberikan jawaban. Selamat menjalankan perjuangan dan pengabdian serta sukses untuk AIDS Watch Indonesia.

Via SMS (26/11-2013)

Jawab: (1) Dalam jumlah yang bisa ditularkan dari seorang pengidap HIV/AIDS ke orang lain (virus) HIV hanya ada di darah (laki-laki dan perempuan), air mani (laki-laki), cairan vagina (perempuan), dan air susu ibu (ASI). Seandainya cewek terapis itu mengidap HIV/AIDS selama di tangannya tidak ada luka terbuka yang mengeluarkan darah tidak ada risiko penularan HIV. Yang perlu Anda perhatikan adalah kondisi kulit jari-jati pemimat itu karena kulit kalau jari-jarinya keras akan membuat luka di sekitar vagina, apalagi jari-jarinya masuk ke dalam vagina tentu akan melukai dinding vagina.

(2) Anda tidak perlu tes HIV karena masturbasi yang dilakukan cewek terapis itu tidak berisiko menularkan HIV.

Seseorang dianjurkan tes HIV jika, al.: (a) pernah atau sering melakukan hubungan seksual tanpa  kondom dengan pasangan yang berganti-ganti di dalam dan di luar nikah, dan (b) pernah atau sering melakukan hubungan seksual tanpa  kondom dengan seseorang yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK), cewek pemijat di panti pijat plus-plus, dll. ***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.