02 November 2013

AIDS Bisa Disembuhkan dengan Racun Madu dan Obat Herbal?


Tanya Jawab AIDS No 1/November 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: (1) Apakah betul racun madu dan obat herbal dapat membunuh virus HIV? (2) Apakah hasil tes HIV akurat bila dua jam sebelum tes minum obat mag dan obat herbal?

Via SMS (2/11-2013)

Jawab: (1) Sampai hari ini belum ada satu pun jenis virus yang bisa dibunuh di dalam tubuh manusia. Bahkan, virus flu pun tidak bisa dimatikan. Yang dilakukan terhadap orang yang menderita flu adalah mengobat symptom atau gejala yang ada, seperti deman, batuk, dll.

Obat-obatan herbal bisa saja diminum tapi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga stamina, tapi bukan untuk mengobati HIV/AIDS.

Kalau pun ada kesaksian tentang obat-obatan herbal yang disebutkan bisa mengobati HIV/AIDS sampai sekarang belum ada pembuktian secara medis.

Jika ada pengakuan bahwa sebelum minum racun madu atau obat herbal hasil tes HIV positif, lalu setelah minum racun madu atau obat herbal hasil tes negatif itu tidak membuktikan HIV tidak ada lagi dalam darah. Kondisi itu adalah HIV tidak terdeteksi! Hal yang sama terjadi pada pengidap HIV/AIDS yang minum obat antiretroviral (ARV).

(2) Akurasi hasil tes HIV bukan karena minum obat mag dan obat herbal, tapi terkait langsung dengan masa jendela.

Tes HIV bukan mencari virus di dalam darah, tapi mencari antibody HIV. Antibody ini baru bisa terdeteksi melalui tes HIV dengan reagen ELISA tiga bulan setelah tertular. Ini dikenal sebagai masa jendela. Jika tes sebelum tiga bulan maka hasilnya bisa negatif palsu (HIV sudah ada di dalam darah tapi tidak terdeteksi) atau positif palsu (HIV tidak ada di dalam darah tapi hasil tes reaktif).

Kalau Anda memang pernah melakukan perilaku berisiko tertular HIV, misalnya pernah atau sering melakukan hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK), maka sebaiknya lakukan segera tes HIV.

Hanya dengan mengetahui status HIV, artinya sudah tertular atau belum, langkah berikutnya bisa dilakukan. Sekarang sudah ada obat ARV yaitu obat yang bisa menekan laju perkembangan-biakan HIV di dalam darah.

Tapi, obat (ARV) diminum dengan ketentuan CD4 di bawah 350. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh dokter. Silakan ke klinik VCT di rumah sakit di tempat Anda.***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.