Tanggapan Berita (20/10-2013) – ”Warung Remang-remang
Bermunculan, HIV AIDS Tak Terhindarkan.” Ini adalah judul berita di liputan6.com
(28/10-2013).
Judul berita ini benar-benar menyesatkan, dalam jurnalistik disebut
misleading, karena tidak ada kaitan langsung antara warung remang-remang
(warem) dengan penularan HIV/AIDS.
Pernyataan ini pun lagi-lagi menyuburkan mitos (anggapan yang salah) dan
mencari ’kambing hitam’. Pada gilirannya masyarakat kebingungan karena
informasi yang disampaikan tentang cara-cara penularan HIV/AIDS tidak akurat.
Biar pun ada warung remang-remang yang menyediakan cewek sebagai pekerja
seks komersial (PSK) tidak akan pernah terjadi penularan HIV/AIDS kalau
laki-laki (setempat) tidak melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan PSK
di warem.
Sebaliknya, biar pun di satu daerah tidak ada warem penduduk setempat bisa
berisiko tertular HIV/AIDS kalau ada penduduk setempat yang melakukan hubungan
seksual tanpa kondom dengan PSK di luar daerah tsb.
Arab Saudi, misalnya, yang secara de jure dan de facto tidak ada warem
akhir tahun lalu sudah melaporkan 16.000 lebih kasus AIDS. Ini angka AIDS yang
dilaporkan. Belum termasuk jumlah penduduk yang baru pada masa infeksi HIV dan penduduk
pengidap AIDS yang tidak dilaporkan.
Dalam berita disebutkan: ”Masyarakat Indonesia sulit terhindar dari
penyakit HIV AIDS seiring perkembangan suatu wilayah yang semakin pesat serta berdirinya
warung remang-remang.”
Lagi-lagi pernyataan yang menyesatkan karena ’warem’ tidak menyimpan
HIV/AIDS dan tidak bisa menularkan HIV/AIDS. Kalau pun ada PSK di warem tsb.,
maka penularan hanya bisa terjadi kalau ada laki-laki setempat yang melakukan
hubungan seksual tanpa kondom dengan PSK di warem. Ini fakta.
Ini pernyataan Kepala Pusat Promosi Kesehatan Republik Indonesia, dr. Lily
S Sulistyowati: "Ibu Menteri Kesehatan sendiri menyampaikan bahwa tidak
ada satu pun yang terhindar dari HIV AIDS di Indonesia, melihat banyaknya
perkembangan pesat suatu wilayah, dan munculnya warung reman-remang. Untuk itu,
masyarakat perlu sekali diberikan edukasi mengenai bahaya HIV AIDS ini."
Yang berisiko tertular dan menularkan HIV/AIDS bukan masyarakat tapi orang
per orang yaitu orang-orang yang perilakunya berisiko tertular HIV, al. pernah
atau sering melakukan hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar
nikah, dengan orang yang sering berganti-ganti pasangan atau dengan orang yang
sering berganti-ganti pasangan, seperti PSK.
Disebutkan bahwa akan ada web site atau situs yang akan menyediakan
informasi HIV/AIDS yang komprehensif.
Soalnya, informasi HIV/AIDS yang disampaikan melalui seminar, lokakarya,
berita, ceramah, brosur, dll. selalu dibalut dan dibumbui dengan moral sehingga
fakta medis tentang HIV/AIDS hilang. Yang ditangkap masyarakat hanya mitos.
Maka, kita tunggu saja apakah informasi yang disampakan kelak faktual.***
- AIDS Watch
Indonesia/Syaiful W. Harahap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.