15 Agustus 2013

Cewek Takut AIDS karena Pernah Ngeseks dengan Tiga Cowok


Tanya-Jawab AIDS No 3/Agustus 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya, cewek 21 tahun, sudah beberapa kali melakukan hubungan seksual dengan tiga cowok berbeda. Jarak tidak melakukan hubungan sekssual antara cowok pertama dan cowok kedua dua tahun. Jarak hubungan seksual antara cowok kedua dan ketiga juga dua tahun.

Hubungan seksual dengan cowok pertama tanpa pakai kondom. Tapi, penis hanya masuk sekali (tanpa digoyang). Penis cuma masuk setengah ke dalam vagina saya.

Dua tahun kemudian saya melakukan hubungan seksual dengan cowok kedua juga tanpa kondom, tapi Mr ‘P’ hanya masuk setengah dan saya tidak goyang. Penis hanya masuk sekali saja. Setelah itu dua kali kami melakukan hubungan seksual pakai kondom.

Hubungan seksual dengan cowok ketiga sama dengan yang saya lakukan dengan cowok kedua. Penis cowok ketiga hanya masuk setengah dan tanpa digoyang. Penis langsung dikeluarkan lagi.

Tapi, semalam saya melakukan hubungan seksual dengan cowok ketiga. Terjadi pergesekan penis ke vagina tapi dia pakai kondom.

Saya tahu betul ketiga cowok itu belum pernah melakukan hubungan seksual sebelum mereka lakukan dengan saya. Saya yakin mereka bersih.

Hubungan seksual dengan cowok pertama dan kedua sudah saya lakukan empat tahun yang lalu. Tidak ada tanda-tanda terkait HIV/AIDS pada diri saya. Itu artinya saya aman dari HIV. Tapi, tadi malam saya melakukan hubungan seksual dengan cowok ketiga. Ini yang membuat saya risau.

(1) Apakah dengan cara itu saya bisa tertular HIV atau penyakit kelamin lain?

(2) Apa tanda-tanda tertular HIV atau penyakit kelamin lain karena baru semalam saya melakukan hubungan seksual?

(3) Bertolak dari perilaku itu saya ingin sekali konseling dan tes HIV. Mohon bantuan ke mana saya bisa melakukan konseling dan tes HIV yang baik.

Via SMS (15/8-2013) 

Jawab: (1) Yang diperlukan adalah kejujuran. Jika Anda jujur, maka dari cerita yang Anda sampaikan risiko Anda tertular HIV/AIDS rendah. Tapi, tertular penyakit lain, disebut IMS (infeksi menular seksual, seperti kencing nanah/GO, raja singa/sifilis, virus hepatitis B, dll.) bisa saja terjadi.

Yang perlu diperhatikan adalah:

(a) Tidak ada kepastian seberapa dalam penis masuk ke vagina agar terjadi penularan. Yang jelas ketika penis ereksi sudah ada cairan, disebut semen, yang keluar dari penis. Nah, kalau laki-laki yang mengeluarkan semen itu mengidap HIV/AIDS, maka ada virus di dalam semen yang bisa ditularkan. Biar pun penis hanya masuk sebagian cairan semen sudah ada di vagina.

(b) Tidak ada pula kepastian apaka risiko tertular HIV melalui hubungan seksual terkait dengan goyangan karena seperti disebutkan tadi ketika penis ereksi dan masuk ke dalam vagina sudah ada semen yang keluar dari penis di dalam vagina. Jika semen mengandung HIV/AIDS ada risiko penularan.

(c) Begitu pula dengan IMS tidak ada kepastian seberapa lama hubungan seksual dilakukan agar terjadi penularan IMS.

(d) Jika tertular HIV tidak ada gejala-gejala yang khas AIDS sampai pada masa AIDS (secara statistik antara 5-15 tahun setelah tertular HIV). Tapi, jika sudah tertular HIV kalau ada penyakit maka akan sulit sembuh.

(e) Jika tertular IMS, kecuali virus hepatitis B, gejala akan cepat muncul dalam hitungan minggu. Misalnya, perish ketika kencing. Keluar nanah, dll. Sedangkan virus tidak ada gejala yang khas ketika tertular.

(2) Karena Anda baru melakukan hubunga seksual tadi malam, maka gejala IMS akan muncul beberapa pekan ke depan jika memang cowok tsb. mengidap IMS.

Selain itu Anda pun tidak bisa memastikan apakah tiga cowok itu bebas HIV/AIDS karena bisa saja mereka penyalahguna narkoba (narkotika dan bahan-bahan berbahaya) dengan jarum suntik secara bergantian dengan sesama penyalahguna. Ada risiko tertular HIV karena bisa saja satu di antara mereka mengidap HIV/AIDS sehingga jarum suntik bisa menjadi media penularan HIV.

Status HIV seseorang tidak bisa dilihat dari penampilan fisik karena tidak ada tanda-tanda yang khas AIDS pada orang-orang yang sudah mengidap HIV/AIDS. Status HIV hanya bisa diketahui melalui tes HIV.

Lagi pula Anda juga tidak bisa memastika bahwa mereka belum pernah melakukan hubungan seksual karena tidak bisa dibuktikan secara medis.

(3) Rencana Anda untuk konseling tepat karena hasil konseling akan menentukan apakah Anda harus tes HIV atau tidak. Konseling akan menghilangkan kekhawatiran terkait dengan risiko tertular HIV berdasarkan kejadikan yang Anda alami.***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.