27 Juli 2013

Kondom Tertinggal di Dalam Vagina Cewek Panti Pijat


Tanya-Jawab AIDS No  9/Juli 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****

Tanya: Satu setengah bulan yang lalu saya ’jajan’ di panti pijat. Saya ML (hubungan seksual-pen.) dengan memakai kondom. Saya tahu kondom mengurangi risiko tertular HIV. Tapi, setelah ejakulasi saya mengeluarkan penis ternyata kondom tertinggal di dalam vagina cewek tsb. (1) Apakah saya aman dari HIV jika kondom terlepas ketika penis masih di dalam vagina? (2) Apakah virus bisa masuk ke tubuh saya? (3) Apakah saya perlu tes HIV setelah tiga bulan biar pun selama masa jendela saya tidak sakit dan tidak ada gejala AIDS?

Via SMS (18/7-2013)

Jawab: (1) dan (2) Ketika kondom lepas dari penis Anda ada kemungkinan cairan vagina terpapar pada penis Anda. Jika cewek panti pijat itu mengidap HIV/AIDS tentulah ada risiko tertular HIV melalui paparan cairan vagian pada permukaan penis. Soalnya, salah satu cairan yang mengandung HIV yang bisa ditularkan pada pengidap HIV/AIDS adalah cairan vagina.

Persoalannya adalah tidak ada rumus yang menentukan berapa lama penis harus terpapar cairan vagina yang mengidap HIV/AIDS baru terjadi penularan HIV/AIDS. Artinya, paparan cairan vagina pada penis ada risiko jika pada penis ada luka-luka mikroskopis (luka-luka yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop, seperti perih pada gusi ketika berkumur-kumur setelah gosok gigi).

(3) Penyakit lain, disebut IMS (infeksi menular seksual), seperti kencing nanah (GO), sifilis (raja singa), virus hepatitis B, dll. mudah tertular melalui hubungan seksual tanpa kondom. GO dan sifilis ada gejalanya al. nanah keluar dari penis atau perih ketika kencing. Celakanya, tertular virus hepatitis B dan HIV/AIDS tidak ada gejala-gejala yang khas sehingga tidak disadari sudah tertular HIV.

Keputusan ada di tangan Anda. Jika Anda merasa terus dihantui ketakutan tertular HIV, sebaiknya Anda menjalani tes HIV. Tapi, perlu diingat adalah tes HIV lebih baik dilakukan di sarana tes HIV yang sudah ditetentukan pemerintah, yaitu d Klinik VCT yang ada di rumah sakit umum di daerah Anda. Tes gratis dan kerahasiaan dijamin.

Tapi, ingat. Dalam tiga bulan ke depan sebelum tes HIV Anda jangan melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan perempuan yang berganti-ganti atau dengan perempan yang sering ganti-ganti pasangan, seperti cewek pemijat, PSK, cewek pub, cewek bar, cewek disko, ABG, cewek kampus, anak sekolah, cewek gratifikasi seks, dll.***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap


6 komentar:

  1. Untuk memastikan tidak ada salahnya melakukan tes HIV di Klinik, Puskesmas atau institusi layanan yang terdekat

    BalasHapus
  2. PUSAT PEMBESAR PENIS, OBAT KUAT TAHAN LAMA, PERANGSANG WANITA, KOSMETIK, DAN ACCESORIES SEX P/W TERLENGKAP...!!



    Pembesar Penis Cepat

    Vakum Pembesar Penis

    Obat Kuat Sex

    Obat Penggemuk Badan

    Pelangsing Tubuh Cepat

    Perontok Bulu Kaki

    Penis Ikat Pinggang

    Alat Pembesar Payudara

    Obat perangsang wanita

    Vagina Center

    Obat Penyubur Sperma



    HOTLINE : 0812 3377 0077

    PIN BB : 2A70 31BC

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.