26 Mei 2013

Takut Tertular HIV/AIDS Setelah ‘ML’ 30 Detik dengan PSK


Tanya-Jawab AIDS No 10/Mei 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya sudah melakukan kegiatan berisiko dengan pekerja seks komersial (PSK) hanya sekitar 30 detik saja. Saya baru melakukan hal yang berisiko tsb. hanya sekali itu saja. (1) Apakah saya sudah tertular HIV? (2) Berapa persen kemungkina saya tertular kalau risiko tertular 1:100? Setelah seminggu melakukan perilaku berisiko tsb. saya masih sehat. (3) Apa yang harus saya lakukan? (4) Kalau tes HIV baru bisa dilakukan tiga bulan lagi, apa yang harus saya lakukan menunggu waktu tsb. karena baru satu minggu yl. saya melakukannya?

Via SMS (25/5-2013)

Jawab: (1) dan (2) Semua tergantung kepada kejujuran Anda tentang lama waktu hubungan seksual dengan PSK dan berapa kali Anda sudah melakukan hubungan seksual dengan PSK. Soalnya, tingkat risiko tertular HIV melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan PSK tidak bisa dihitung secara matematis. Memang, dalam 100 kali melakukan hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan pengidap HIV/AIDS ada 1 kali kemungkinan tertular. Persoalannya adalah tidak bisa diketahui dengan pasti pada hubungan seksual yang keberapa terjadi penularan HIV. Bisa yang pertama, kedua, ketujuh, ketiga puluh, kesemilan puluh, dst.

Maka, setiap hubungan seksual dengan pengidap HIV/AIDS dan PSK tanpa kondom ada risiko tertular HIV.

Begitu pula dengan lama waktu hubungan seksual tidak ada data yang akurat tentang pada detik atau menit keberapa terjadi penularan HIV pada hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.

(3) dan (4) Standar prosedur tes HIV yang baku hasil tes akurat jika dilakukan minimal tiga bulan setelah tertular HIV. Ya, tiga bulan setelah melakukan hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah. Jika laki-laki dengan: (a) perempuan yang berganti-ganti, (b) perempuan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti PSK dan perempuan pelaku kawin-cerai, sedangkan jika perempuan dengan: (c) laki-laki yang berganti-ganti, dan (d) laki-laki pelaku kawin-cerai.

Ada tes yang bisa dilakukan segera setelah melakukan kegiatan (a), (b), (c) dan (d) yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR). Biayanya mahal dan hanya ada di rumah sakit atau laboratorium tertentu.

Untuk mengatasi kerisauan Anda, silakan konsultasi ke Klinik VCT (tempat tes HIV sukarela yang gratis dengan konseling dan kerahasiaan) di rumah sakit umum di tempat tinggal Anda.

Kalau ada kesulitan, silakan kabari.***

. - AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.