13 Mei 2013

‘Parno’ Setelah Ngeseks dengan PSK Tidak Resmi

Tanya-Jawab AIDS No  6/Mei 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Sebulan yang lalu saya melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan. Dia bukan PSK (pekerja seks komesial) resmi. Ketika itu hanya kepala penis saya saja yang masuk dan hanya satu menit. Sperma keluar di luar. Sampai sekarang saya tidak pernah kena penyakit sifilis atau GO. Yang saya takutkan, (1) Apakah hubungan seksual tsb. menularkan HIV? Saya beristri dan hanya sekali itu saja ‘jajan’. Tidak ada luka di penis saya, tapi: (2) Apakah tetap ada risiko tertular HIV biar pun PSK tsb. tidak mengidap HIV/AIDS? Secara jujur saya katakan saat ini saya ‘parno’. (3) Seberapa besar risiko saya tertular HIV?

Via SMS (11/5-2013)

Jawab:.(1), (2) dan (3) Yang menjadi persoalan besar adalah tida bisa diketahui dari fisik seseorang apakah dia mengidap HIV/AIDS atau tidak. Terkait dengan perempuan yang berisiko tertular dan menularkan HIV bukan hanya PSK, tapi setiap perempuan yang sering melayani hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan laki-laki yang berganti-ganti. Tidak ada PSK resmi atau tidak resmi karena tidak ada pelacuran yang dilegalkan.

Terpulang kepada kejujran Anda. Apakah benar hanya kepala penis yang menempel di mulut vagina dan hanya satu menit?

Jika Anda jujur risiko kecil, tapi tetap ada risiko tertular karena penis Anda sudah bersentuhan dengan cairan vagina.

Risiko tertular HIV melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan yang mengidap HIV/AIDS adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seksual ada 1 kali risiko terjadi penularan HIV. Persoalanya adalah tidak bisa diketahui dengan pasti pada hubungan seksual ke berapa terjadi penularan. Bisa yang pertama, kedua, ketujuh, kesembilan puluh, dst. Maka, setiap hubungan seksual tanpa kondom dengan perempuan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti PSK, ada risiko tertular HIV.

Tidak ada kaitan langsung antara IMS (infeksi menular seksual, seperti GO dan sifilis) dengan infeksi HIV karena HIV/AIDS tidak ada gejalanya. Yang sama hanya cara penularannya.

Untuk mengilangkan kekhawatiran, silakan konsultas ke Klini VCT yang ada di rumah sakit umum di daerah Anda.***

. - AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.