23 April 2013

Mengobati Sendiri ‘Penyakit Kelamin’

Tanya-Jawab AIDS No 11 /April 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya pria 34 tahun. Saya menikah tahun 2007. Berkeluarga dengan anak usia lima tahun. Empat belas tahun yang lalu saya sering ’jajan’ di lokalisasi pelacuran. Selama lima tahun ’jajan’ saya pernah terkena GO. Saya obati dengan Supertetra dan Tiamicin. (1) Kalau saya tertular HIV, apa gejala yang mungkin muncul setelah empat tahun yang lalu saya melakukan perilaku berisiko tertular  HIV? (2) Apakah ada gejala khusus pada pengidap HIV/AIDS? (3) Berapa biaya tes HIV? (4) Seandainya saya terdeteksi positif, apa yang harus saya lakukan?

Via SMS (22/4-2013)

Jawab: Perilaku Anda berisiko tertular IMS (infeksi menular seksual yaitu penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah, al. GO/kencing nanah, sifilis/raja singa, virus hepatitis B, klamidia, jengger ayam, dl.) serta HIV/AIDS.

Bagaimana cara Anda mengetahui IMS yang Anda derita GO? Penentukan jenis penyakit hanya bisa dilakukan melalui diagnosis dokter ahli dan pemeriksaan laboratorium. Bisa saja gejala yang muncul (simptom) hilang setelah Anda makan obat-obatan itu, tapi penyebabnya bisa saja masih ada di tubuh Anda.

(1) dan (2) Tidak ada tanda khusus berupa gejala-gejala yang khas AIDS pada orang-orang yang tertular HIV. Ada gejala yang terkait dengan HIV/AIDS, disebut infeksi oportunistik, seperti ruam, sariawan, diare dan TBC yang secara statistik terjadi pada masa AIDS yaitu setelah tertular antara 5-15 tahun. Tapi, gejala itu tidak sama pada tiap orang. Bisa di bawah 15 tahun, tapi bisa juga di atas 15 tahun. Jika ada penyakit infeksi oportunistik lama atau tidak bisa disembuhkan, maka itu artinya gejala itu terkait dengan HIV/AIDS.

(3) Jika Anda tes di Klinik VCT (tempat tes HIV secara sukarela yang gratis dengan bimbingan dan kerahasiaan) di rumah sakit umum, maka biayanya gratis. Obat terkait AIDS pun diberikan gratis.

(4) Hasil tes di Klinik VCT akan menentukan langkah Anda ke depan. Konselor di Klinik VCT akan memberikan bimbangan (konseling) jika hasil tes Anda negatif atau positif.

Jika Anda terdeteksi HIV positif, maka istri Anda pun patut pula menjalani tes HIV. Kalau istri Anda tidak tertular HIV, maka anak Anda tidak tertular HIV dari ibunya.***

. - AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap


1 komentar:

  1. oke...terimaksih informasinya pak..
    saya juga mau tanya disini boleh ndak ya??
    kelamin saya kox sering keluar seperti cairan sedikit trs berbau tdk sedap gitu,,
    apakah itu normal??
    atao perlu di obati??

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.