19 April 2013

Keluhan Penyakit Segudang setelah Kena Kencing Nanah

Tanya-Jawab AIDS No  6/April 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya seorang cowok mempunyai keluhan pusing, demam, badan sakit semua kadang ada sesak dan mual. Hal ini sudah berlangsung selama dua tahun belakangan ini. Saya sudah berobat tapi tidak ada hasilnya. Flu dan pilek tidak sembuh-sembuh. Kadang-kadang gusi nyeri. Badan letih dan lemas. Saya pernah kena kencing nanah dua tahun yang lalu. Dua bulan yang lalu saya ngesek tapi bukan dengan PSK. Saya pernah tes HIV di sebuah laboratorium swasta. Hasilnya nonreaktif. (1) Apa penyakit saya ini? (2) Apakah hasil tes di laboratorium swasta akurat?

Via SMS (15/4-2013)

Jawab: (1)  Keluhan Anda banyak. Secara umum gejala atau simptom terkait dengan infeksi HIV/AIDS tidak ada yang khas sehingga keluhan Anda bisa saja karena penyakit lain. Anda bisa berobat ke dokter umum dulu.

Jika melihat riwayat kesehatan Anda yang pernah terular GO (kencing nanah) itu artinya Anda melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan yang mengidap GO. Masalahnya adalah penularan  HIV dan GO sama persis sehingga kalau yang menularkan GO kepada Anda mengidap HIV/AIDS, maka bisa saja terjadi penularan HIV sekaligus dengan GO.

Apakah Anda berobat secara tuntas ke dokter terkait dengan GO yang Anda derita?

Kalau Anda berobat ke dokter, maka penyakit itu bisa sembuh. Tapi, kalau Anda beli obat bebas maka penyembuhannya tidak sempurna.

(2) Hasil tes HIV tidak tergantung pada laboratorium, tapi erat kaitannya dengan kejujuran Anda. Dalam epidemi HIV/AIDS dikenal masa jendela yaitu tertular HIV di bawah tiga bulan. Nah, kalau Anda tes HIV pada masa jendela maka ada kemungkinan hasil tes negatif palsu atan nonreaktif (HIV sudah ada di dalam darah tapi tidak terdeteksi karena tes HIV mencari antibody yang terbentu setelah tertular tiga bulan lebih). Bisa juga positif palsu atau reaktif  (HIV tidak ada di dalam darah tapi reagent tes reaktif).

Untuk itu dianjurkan Anda konseling ke Klinik VCT (tempat tes HIV sukarela yang gratis dengan bimbingan dan kerahasiaan) di rumah sakit umum di daerah Anda. 

Tapi, ingat kalau mau tes di Klinik VCT jangan pada masa jendela. Sebaiknya tidak perlu Anda jelaskan sudah pernah tes HIV sebelumnya.***

. - AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.