24 Maret 2013

Menyesal dan Takut Kena AIDS karena Puting Susu Diisap Cewek Terapis


Tanya-Jawab AIDS No  6/Maret 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya pemuda usia 26 tahun. Beberapa malam yang lalu saya mampir ke sebuah panti pijat plus. Semula saya ragu untuk berhubungan seksual, namun ketika cewek terapis mengatakan akan menggunakan kondom maka saya memberanikan diri. Jujur ini adalah pengalaman pertama saya dan saya pun sangat menyesal telah melakukannya. Apalagi setelah melakukan hubungan dengan terapis tersebut saya menjadi khawatir, (1) Apakah saya akan terkena HIV/AIDS terutama ketika puting saya diisap oleh cewek terapis tersebut? (2) Apakah saya harus tes HIV? 

Via e-mail (19/3-2013)

Jawab: (1) Risiko Anda tertular HIV tergantung pada kejujaran Anda. Kalau cewek terapis tsb. memakai kondom (kondom perempuan) ketika melayani Anda melakukan hubungan seksual, maka risiko Anda tertular HIV kecil. Atau Anda yang memakai kondom? Kalau Anda memakai kondom dan hanya sekali itu saja melakukan hubungan seksual dengan cewek terapis, maka risiko Anda tertular HIV kecil.

Kalau yang mengisap puting Anda cewek terapis tidak ada risiko penularan HIV. Yang berisiko adalah jika Anda yang mengisap puting payudara cewek terapis karena dalam air susu ibu (ASI) ada konsentrasi HIV yang bisa ditularkan.

Cewek terapis itu perilakunya berisiko tertular HIV/AIDS karena dia melayani hubungan seksual dengan laki-laki yang berganti-ganti. Jika ada di antara laki-laki yang dia layani mengidap HIV/AIDS, maka cewek terapis itu berisiko tertular HIV kalau laki-laki tidak memakai kondom.

(2) Persoalannya adalah Anda tidak bisa memastikan apakah cewek terapis tsb. mengidap HIV/AIDS atau tidak. Itu artinya Anda berisiko. Soal tes HIV semua terpulang kepada kejujuran Anda. Kalau hanya sekali itu saja dan Anda memakai kondom atau cewek terapis memakai kondom ketika hubungan seksual risiko tertular HIV/AIDS sangat kecil.***

. - AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.