05 Februari 2013

Tes HIV-negatif, tapi Demam dan Ada Ruam: Apakah Harus Tes HIV Ulang?

Tanya-Jawab AIDS No  7/Februari 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya seorang laki-laki. Saya pernah melakukan hubungan seksual tanggal 2 Januari 2012 dengan teman wanita saya dengan memakai kondom. Tapi, ada juga kegiatan menjilat payudara. Setelah ejakulasi saya memeriksa kondom dan hasilnya tidak bocor. Saya mengujinya dengan cara mengisi kondom dengan air. Setelah enam bulan atau akhir Juni 2012 saya melakukan tes hiv sebuah laboratorium klinik swasta. Hasil tes nonreaktif. Tapi, kenapa sekarang saya mengalami demam dan ruam tidak gatal, apakah saya harus melakukan tes ulang?

Tn “Xy” via e-mail 26/1-2013

Jawab: Bertolak dari cerita Anda, maka yang perlu dipertanyakan adalah:

Pertama, apakah Anda pernah melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan perempuan yang berganti-ganti atau dengan perempuan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK) sebelum dan sesudah Anda melakukan hubungan seksual dengan teman wanita Anda?

Tentu hanya Anda yang bisa menjawab. Jika jawaban Anda jujur dengan mengatakan tidak pernah, maka pertanyaan selanjutnya adalah:

Kedua, apakah teman wanita Anda pernah mempunyai pasangan lain?

Kalau tidak ada, maka teman wanita Anda tidak berisiko tertular HIV. Tapi, kalau teman wanita Anda mempunyai pasangan lain, maka dia berisiko tertular HIV dan Anda pu berada pada risiko tertular HIV jika Anda tidak pakai kondom ketika sanggama dengan teman wanita Anda tadi.

Jika Anda jujur bahwa Anda hanya sekali melakukan hubungan seksual, yaitu dengan teman wanita Anda dan memakai kondom, serta teman wanita Anda tidak mempunyai pasangan lain, maka Anda tidak berisiko tertular HIV.

Soal tes di laboratorium swasta tsb. yang hasilnya nonreaktif (negatif), perlu dipertanyakan prosedur tes yang dilakukan. Soalnya, standar baku tes HIV adalah: hasil tes pertama (reaktif dan nonreaktif) harus dikonfirmasi dengan tes lain. Misalnya, kalau tes di laboratorium itu dilakukan dengan reagent ELISA, maka tes konfirmasinya dengan tes Western blot. Namun, WHO memberikan cara lain yaitu hasil tes HIV pertama dengan ELISA dikonfirmasi dengan tiga kali tes ELISA tapi dengan reagent dan cara yang berbeda dengan tes pertama.

Terkait dengan deman dan ruam yang Anda derita tidak bisa dihubungkan secara langsung dengan HIV/AIDS jika hasil tes HIV Andan tidak akurat.

Apakah laboratorium swasta itu menjalankan tes HIV dengan standar baku? Kalua tidak, Anda sebaiknya tes ulang di klinik VCT (tempat tes sukarela yang gratis dengan konseling dan kerahasiaan) di rumah-rumah sakit umum pemerintah dan beberapa institusi yang ditunjuk pemerintah.

Silakan, menghubungi Klinik CVT di kota Anda. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.