03 Februari 2013

Mengobati Pengidap HIV/AIDS


Tanya-Jawab AIDS No 5 /Februari 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Bagaimana cara mengobati orang yang sudah tertular HIV?

Mr “Xy” via SMS (13/1-2013)

Jawab: Semua virus, termasuk virus flu, yang masuk ke dalam tubuh manusia tidak bisa dihilangkan. Yang bisa dilakukan adalah menekan virus agar tidak menimbulkan penyakit. Terkait dengan HIV/AIDS, jika seseorang sudah tertular HIV maka sepanjang hidupnya virus (HIV) akan ada terus di dalam darahnya. Di dalam darah HIV terus berkembang biak dengan cara menggandakan diri di sel-sel darah putih. Virus yang baru mencari sel darah putih lain dan menggandakan diri pula. Begitu seterusnya. Sel darah putih yang dipakai HIV sebagai ’pabrik’ rusak, akibatnya mengganggu sistem kekebalan tubuh. Pada tahap tertentu jika sel-sel darah putih tidak bisa lagi melawan penyakit yang masuk ke tubuh disebut masa AIDS. Pada masa AIDS penyakit mudah masuk dan bisa menyebabkan kematian.

Sekarang ada obat antiretroviral (ARV) yaitu obat yang diminum untuk menekan laju penggandaan HIV di dalam darah. Obat ini gratis bagi pengidap HIV/AIDS, tapi baru boleh diminum pada tahap tertentu yang diatur oleh dokter.

Langkah pertama adalah melakukan tes HIV bagi yang merasa dirinya pernah melakukan perilaku berisiko tertular HIV, al. melakukan hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK).

Tes HIV di klinik VCT (tempat tes HIV sukarela yang gratis dengan konseling dan kerahasiaan) ada di rumah-rumah sakit pemerintah di seluruh Indonesia. Setelah diketahui status HIV kemudian ada lagi tes lain untuk menentukan waktu meminum obat ARV. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.