24 Februari 2013

Di Kab Lamongan, Jatim, HIV/AIDS ‘Merambah Remaja’


Tanggapan Berita (25/2-2013) – “187 Orang Meninggal Dunia. Penularan HIV/AIDS di Lamongan Merambah Kalangan Remaja dan Anak-Anak.” Ini judul berita di lensaindonesia.com (22/2-2013).

Judul berita ini merupakana pernyataan yang menyesatkan (dalam jurnalistik disebut misleading).

Pertama, HIV/AIDS bukan virus atau penyakit yang menular melalui udara, air dan pergaulan sehari-hari sehingga tidak bisa dikatakan merambah.

Kedua, HIV adalah virus yang menular dari orang yang sudah mengidap HIV/AIDS ke orang lain, al. melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.

Ketiga, HIV tidak mengenal sasaran karena penularannya, al. melalui hubungan seksual, tergantung pada perilaku orang per orang.

Maka, bertolak dari tiga fakta di atas menunjukkan wartawan atau redaktur yang membuat judul berita dan menulis berita tidak memahami HIV/AIDS secara komprehensif. Akibatnya, berita pun tidak memberikan pemahaman yang akurat bagi masyarakat pembaca.

Disebutkan bahwa HIV/AIDS pertama ditemukan di Lamongan tahun 2002 sebanyak dua kasus, dan sampai sekarang sudah mencapai 400 kasus, 15 di antaranya terdeteksi pada anak-anak, dengan 187 kematian.

Kalau wartawan yang menulis berita ini memahami HIV/AIDS secara komprehensif, maka kasus 187 kematian itu sangat baik kalau dikembangkan dalam berita karena:

(1) Kematian pada pengidap HIV/AIDS terjadi pada masa AIDS yaitu setelah tertular HIV antara 5-15 tahun.

(2) Pada rentang waktu sejak tertular sampai meninggal ybs. sudah menularkan HIV kepada orang lain tanpa mereka sadari karena tidak ada tanda-tanda yang khas AIDS pada fisik mereka.

(3) Kalau 187 yang meninggal itu mempunyai pasangan, seperti istri atau suami, maka sudah ada lagi 187 orang yang berisiko tertular HIV.

(4) Istri dari pasangan yang ada di antara 187 yang meninggal itu akan menularkan HIV kepada bayi yang dikandungnya kalau dia tertular HIV dari pasangannya atau suaminya.

(5) Kalau di antara yang 187 yang meninggal itu ada pekerja seks komersial (PSK), maka sudah ribuan orang yang berisiko tertular HIV sebelum PSK itu meninggal yaitu laki-laki yang melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan PSK tsb.

Sayang, wartawan tidak memahami lima hal di atas sehingga angka kematian itu hanya bagaikan data saja. Padahal, angka itu sangat bermakna kalau dibawa ke realitas sosial terkait epidemi HIV/AIDS.

Disebutkan karena sudah ada kasus HIV/AIDS yang terdeteksi pada remaja, maka Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPA) Lamongan melakukan Orientasi Fasilitator sekaligus mengkampanyekan program Pencegahan HIV/AIDS “Aku Bangga Aku Tahu”.

Celakanya, materi dalam brosur “Aku Bangga Aku Tahu” (dikenal sebagai ABAT) sama sekali tidak memberikan cara-cara pencegahan HIV yang konkret. Semua informasi hanya bersifat moralistis dengan penggambaran yang implisit. ABT hanya berisi informasi HIV/AIDS kelas ‘kacangan’ (Lihat: “ABAT” (Aku Bangga Aku Tahu) yang Tidak Memberikan Cara Pencegahan yang Eksplisit - http://www.aidsindonesia.com/2012/11/abat-aku-bangga-aku-tahu-yang-tidak.html).

Persoalan besar sekarang ini adalah penyebaran HIV/AIDS dengan mata rantai laki-laki dewasa yang ditandai dengan kasus HIV/AIDS yang terdeteksi pada ibu rumah tangga. Maka, yang perlu disasar adalah laki-laki dewasa karena mereka menjadi pelanggan pekerja seks komersial (PSK).

Pemkab Lamongan boleh-boleh saja membusungkan dada: Di Kab Lamongan tidak ada pelacuran!

Ya, itu benar. Tapi, tunggu dulu. Yang tidak ada adalah lokasi atau lokalisasi pelacuran yang ditangani oleh dinas sosial, sedangkan praktek pelacuran terjadi di sembarang tempat dan sembarang waktu.

Pertanyaan untuk KPA Kab Lamongan: Apa program konkret untuk mencegah penularan HIV pada praktek pelacuran?

Tentu saja tidak ada. Maka, tidaklah mengherankan kalau kasus HIV/AIDS akan terus terdeteksi di Kab Lamongan yang kalak bermuara pada ‘ledakan AIDS’.***

- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.